Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), di tengah kasus keracunan massal setelah siswa mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih terus berulang.
Kepala BGN Sudaryono menyebut seluruh dapur tersebut akan menjalani investigasi dan evaluasi sebelum status operasionalnya ditentukan kembali, dengan rincian 351 dapur di Wilayah 1, 1.417 dapur di Wilayah 2, dan 231 dapur di Wilayah 3.
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM Sri Raharjo menilai berulangnya kasus keracunan menunjukkan sistem keamanan pangan di sejumlah SPPG belum berjalan baik, sehingga kapasitas produksi perlu disesuaikan dengan kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, rantai pasok, serta kemampuan dapur menjaga keamanan makanan.
Sementara itu, Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM Gabriel Lele menilai kasus yang terus berulang menunjukkan persoalan yang lebih sistematis dan pemerintah perlu mengutamakan keamanan pangan serta kualitas pelaksanaan MBG, bukan sekadar mengejar perluasan program.
Selengkapnya dalam video di atas.
Creative/Video Editor: Lia/Atha