Suara.com - Hagia Sophia atau Aya Sofya yang terletak di Istanbul, Turki, makin menarik perhatian global karena pemerintah Turki mengubah statusnya kembali menjadi masjid. Belakangan, seorang warganet membagikan hal yang jarang diketahui oleh banyak orang mengenai Hagia Sophia.
Dibagikan oleh akun Twitter @AzzamIzzulhaq pada 20 Juli, pemilik akun mengatakan bahwa gambar Hagia Sophia telah ditemukan pada desain sajadah yang populer pada zaman dulu.
Pemilik akun mengunggah gambar sajadah jadul yang didominasi warna merah dengan dua kotak bagian atas terisi gambar masjid, sementara bagian tengah hingga ke bawah seperti menunjukkan dua pilar di dalam masjid.
Sajadah seperti ini sangat umum ditemukan pada zaman dulu dan terkadang masih sering digunakan di beberapa masjid atau mushola di daerah pinggiran Indonesia.
Dalam salah satu kotak di bagian atas yang memiliki gambar masjid memperlihatkan desain bangunan Masjidil Haram, Mekkah, sementara kotak sebelahnya memiliki desain Hagia Sophia.
Dalam cuitannya, menurut pemilik akun digunakannya gambar Hagia Sophia pada sajadah merupakan salah satu upaya agar bangunan itu diingat oleh umat Islam sebagai masjid, termasuk "rekayasa pikiran" melalui desain pesan secara tersembunyi.
"Masihkah kita ingat dengan sajadah dengan desain seperti ini? Sajadah ini populer pada zaman dulu sekitar tahun 1940-1990an (entah sekarang apakah masih ada atau tidak). Sadarkah kita bahwa gambar masjid di sebelah Masjidil Haram itu adalah Aya Sofya (Hagia Sophia)? Upaya agar Aya Sofya diingat oleh umat Islam sebagai masjid dilakukan dengan berbagai macam cara sejak lama. Termasuk dengan 'mind engineering' melalui desain pesan secara tersembunyi. Itulah kenapa, pada saatnya Aya Sofya menjadi masjid kembali, kita merasa 'tak asing lagi'," tulis pemilik akun @AzzamIzzulhaq dalam kolom keterangan pada utas yang dibuatnya.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 3.200 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar. Beberapa warganet bahkan mengaku masih memiliki sajadah dengan desain seperti itu meskipun gambarnya sudah pudar.
"Wah baru sadar," tulis akun @HambaAL16755348.
Baca Juga: Curhatan Kirim Makanan ke Pacar Ini Bikin Geram Warganet Hingga Chef Arnold
"Sajadah legend. Di masjid kampung saya masih ada yang pakai," komentar @RCWryo.
"Kirain Masjid Nabawi," tambah @iya_althaf.
"Alhamdulillah masih dipakai sampai sekarang," ungkap @rasaku2018.
"Berharap akan diproduksi massal kembali, biar anak cucu generasi sekarang kenal tampak rupanya," cuit @dp_koesmirah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
-
Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK