Warna-warna seperti warna cahaya fajar, warna abu-abu asap, warna putih harapan dan kuning kemenangan, dipilih untuk menyampaikan sebuah konsep dari cahaya pagi, kebangkitan setelah kegagalan, dan kejayaan setelah melewati momen Eureka.
Untuk memudahkan pemain dalam menemukan apa yang mereka inginkan ketika bermain, di pembaruan ini, PUBG Mobile juga meluncurkan Multi-screen Switching Mode secara eksklusif, sehingga fungsi-fungsi yang ada lebih tertata rapi dalam tampilan.
Bermain game, bersosialisasi dengan komunitas, dan pembelian telah dipisahkan menjadi 3 ruang berbeda. Hal tersebut memberikan berbagai kemudahan bagi pemain, antara lain membantu pemain menemukan fungsi yang diperlukan dengan cepat, membuat tampilan interface menjadi sederhana serta memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna dalam hal pengoperasian dan pengalaman.
Fitur Multi-screen Switching Mode ini, memungkinkan seorang pemain untuk berimprovisasi dan menyesuaikan tata letak fungsi-fungsi tersebut sesuai keinginannya.
“Kami ingin berterima kasih pada seluruh pemain PUBG Mobile karena telah bergabung bersama kami dalam perjalanan menuju peluncuran pembaruan PUBG Mobile Versi 1.0 ini. Sepanjang proses desain dan pengembangan, kami bersikeras untuk mempertahankan gaya PUBG MOBILE yang ikonik," kata Direktur PUBG Mobile Global Esports, James Yang dalam keterangannya, Selasa (25/8/2020).
"Sementara itu, kami akan terus berinovasi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para penggemar dalam bermain di perangkat smartphonenya. Meskipun hari ini adalah peluncuran Versi 1.0, namun hal ini bukanlah akhir dari sebuah pengembangan. Era baru PUBG Mobile adalah awal yang baru, dan kami memiliki lebih banyak pembaruan menarik bagi penggemar yang akan kami bagikan segera,” James Yang menambahkan.
Bersamaan dengan peluncuran pembaruan Versi 1.0 yang inovatif ini, selain mengumumkan akan dimulainya turnamen esports seluler global terbesar PUBG MOBILE Global Championship (PMGC) pada November 2020 mendatang, PUBG Mobile juga mengumumkan akan dimulainya turnamen PUBG Mobile World League (PMWL) pada waktu yang sama.
Kedua kejuaraan dunia tersebut akan digabungkan menjadi satu acara dan diharapkan dapat menjadi perhelatan esport terbesar di dunia. Sehubungan dengan masih adanya pandemi global, penonton tidak diperkenankan untuk hadir di lokasi.
Namun bagi para pemain, apabila memungkinkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, akan bermain di beberapa studio yang telah dipilih mulai akhir November 2020 ini.
Baca Juga: Dilarang Main Game PUBG, Remaja 16 Tahun Nekat Bunuh Diri
Di tahun 2020 ini PUBG Mobile telah berhasil menyelesaikan struktur program kompetisi esports globalnya selama setahun penuh.
Dalam program ini PUBG Mobile mendukung pengembangan bakat dari para amatir, semi-pro hingga profesional player di berbagai negara dan memastikan jalur yang jelas bagi mereka untuk menjadi seorang bintang esports.
Untuk pemain semi-pro saja, PUBG Mobile Club Open (PMCO) telah diikuti oleh pemain dari 16 wilayah dengan lebih dari 150 negara. Total registrasi gabungan dari kualifikasi musim semi (Spring) dan musim gugur (Fall) tersebut mencapai lebih dari 120 ribu peserta.
Hal ini menjadi bukti keseriusan PUBG Mobile dalam menciptakan sebuah ekosistem yang berjenjang di industri esports.
Ekosistem esports yang sudah terbentuk menjadikan PUBG Mobile pemimpin dalam industri esports. Hal tersebut terlihat dari animo peserta dan penggemar yang mengikuti dan menyaksikan kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan PUBG Mobile, misalnya dalam kompetisi PUBG Mobile Pro League (PMPL), yang telah diperkenalkan untuk menambah lapisan kompetisi pro tambahan.
PMPL yang diselenggarakan pada bulan Juli lalu, telah dilakukan di 7 wilayah berbeda dengan total 152 tim yang berpartisipasi dan meraup sukses besar dengan total penonton sebanyak 28 juta viewers.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pakai Chip Snapdragon X2, Laptop Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 Terbaru Tahan 33 Jam
-
iQOO Z11 dan Z11 Lite Bersiap ke Indonesia: Kombinasikan Chip Snapdragon serta Dimensity
-
Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini
-
Moto Buds 2 Bersiap ke Pasar Asia, Bawa Baterai Tahan Lama dan Fitur ANC
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix
-
Sony Siapkan Headphone Premium: Pesaing AirPods Max, Harga Diprediksi Tembus Rp11 juta
-
5 HP Honor RAM Besar Termurah, Kuat untuk Multitasking Berat Mulai Rp2 Jutaan
-
Honor Robot Phone Siap Meluncur: Bawa Modul Kamera Gimbal dan Sensor 200 MP
-
Deepfake dan Phishing AI Mengancam Perbankan, Industri Diminta Waspada