Suara.com - Terus berinovasi, media sosial Facebook tengah menguji coba aplikasi buatan terbarunya yang ditujukan untuk penggunanya yang sudah mahasiswa, yaitu aplikasi Kampus.
Aplikasi ini dirancang untuk tempat mahasiswa berinteraksi dengan teman kuliah mereka.
Tak hanya itu, mereka juga bisa bergabung dalam sebuah grup, acara dan ruang obrolan grup kampus yang berkaitan dengan kehidupan di kampus.
Bahkan mereka juga akan mendapatkan akses ke ''Direktori kampus'' tempat mereka dapat menemukan dan bertemu dengan mahasiswa lainnya.
Dilansir dari laman The Verge, untuk mengakses Kampus besutan Facebook, mahasiswa harus memberikan alamat email, edu serta tahun kelulusan mereka dan setelah masuk mereka akan membuat profil baru khusus.
Profil tersebut digunakan mereka untuk Kampus untuk menambah dan menghapus jurusan, kelas, kota asal, asrama dan minor.
Semakin banyak informasi yang ditambahkan, maka akan semakin mudah menemukan teman sekelas yang juga ada di kelas yang sama.
Kampus buatan Facebook tengah diuji coba di 30 universitas di seluruh Amerika Serikat, termasuk John Hopkins, Nirtwestern, University of Lousville, Vassar dan Virginia Tech.
Aplikasi Kampus mungkin menjadi salah satu cara Facebook untuk menjaga mahasiswa dan anak muda untutk tetap menggunakan aplikasi Facebook lebih lama.
Baca Juga: Fitur Baru, Pengguna Bisa Melihat Stories Instagram Melalui Facebook
Media sosial Facebook tak meghubungkan aplikasi ini ke Instagram dalam tahap uji cobanya yang berarti membuktikan aplikasi Facebook akan menjadi fokus utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar