Suara.com - Pelindung wajah (face shield) dari plastik, ternyata masih berisiko menularkan Covid-19. Di mana, 100 persen tetesan kecil di udara yang dikeluarkan pasien virus corona masih bisa menempel.
Sebelumnya, face shield disebut-sebut pakar industri dapat memberikan perlindungan memadai dari virus. Bahkan, pemerintah Inggris merekomendasikannya untuk penata rambut, tukang cukur, hingga ahli tato sebagai pembatas antara pekerja dan pelanggan.
Namun, pemodelan kini meragukan klaim efektivitas face shield, setelah simulasi komputer mengungkapkan hampir 100 persen tetesan udara yang berukuran kecil dari lima mikrometer, dikeluarkan saat berbicara dan bernapas yang lolos melalui pelindung.
Tak hanya itu, setengah dari tetesan yang lebih besar berukuran 50 mikrometer yang dikeluarkan oleh batuk dan bersin juga terlepas ke udara, menimbulkan risiko bagi orang lain.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, face shield dapat membantu mencegah virus Covid-19. Tetapi WHO mengatakan, pelindung wajah itu hanya berfungsi dalam kombinasi bersama langkah-langkah keamanan lainnya, seperti memakai masker wajah, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.
Pelindung wajah tidak sepenuhnya menutupi keseluruhan wajah dan meninggalkan ruang bagi tetesan yang keluar dari mulut dan hidung untuk lolos.
Face shield juga digunakan oleh dokter, perawat, dan pekerja rumah sakit lainnya, tetapi dengan tambahan penggunaan masker wajah bedah.
Menurut Makoto Tsubokura, ketua tim penelitian yang dilakukan oleh Riken Center di Jepang, memperingatkan agar tidak memakai face shield.
"Dilihat dari hasil simulasi, sayangnya efektivitas face shield dalam mencegah tetesan menyebar dari mulut orang yang terinfeksi, terbatas dibandingkan dengan masker. Ini terutama berlaku untuk tetesan kecil yang kurang dari 20 mikrometer," kata Tsubokura, seperti dikutip Dailymail, Jumat (25/9/2020).
Baca Juga: Louis Vuitton Rilis Face Shield, Dijual Seharga Honda Beat
Tsubokura menambahkan bahwa di saat yang sama, entah bagaimana itu bekerja untuk tetesan lebih besar dari 50 mikrometer.
Menurutnya, face shield dapat digunakan untuk anak kecil atau orang-orang yang memiliki masalah pernapasan, sehingga tidak dapat memakai masker, tetapi hanya di lingkungan luar atau dalam ruangan yang berventilasi baik.
Penelitian yang dilakukan di Florida Atlantic University's College of Engineering and Computer Science menambahkan bukti lainnya, yang menemukan bahwa face shield tidak efektif dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids, para ilmuwan menempatkan zat fluida dalam tetesan sehingga dapat memantau penyebarannya.
Sebuah manekin juga dibuat untuk menyimulasikan batuk dan bersin, dengan campuran air suling dan gliserin untuk menghasilkan kabut sintetis.
"Dari studi terbaru ini, kami dapat mengamati bahwa pelindung wajah dapat memblokir gerakan maju awal dari batuk atau bersin yang dihembuskan, tapi tetesan aerosol yang dikeluarkan dapat bergerak mengelilingi pelindung dengan relatif mudah," ucap Profesor Manhar Dhanak, rekan penulis penelitian.
Profesor Dhanak menambahkan seiring waktu, tetesan tersebut dapat menyebar ke area yang luas baik dalam arah lateral dan longitudinal, meskipun dengan penurunan konsentrasi tetesan. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa face shield tidak seefektif masker wajah biasa.
Berita Terkait
-
Inspiratif, Mahasiswa Ajarkan Cara Bikin Face Shield dan Hand Sanitizer
-
Modis, Face Shield Kini Bertransformasi Menjadi Fashion Item
-
Keren! Helm Ojol Sudah Dilengkapi Penangkal Virus Corona, Jadi Makin Aman
-
Peragaan Busana Pengantin di Tengah Pandemi Covid-19
-
Trik dan Tips Make Up Tahan Lama Saat Pakai Masker dan Face Shield
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 14 Mei 2026: Sikat Hadiah 200 Shard Sebelum Reset Server
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 14 Mei 2026: Panen Token Gintama dan Skin Angelic
-
5 Cara Menghapus Cache di iPhone agar Ruang Penyimpanan Lebih Lega
-
Nadiem Divonis Berapa Tahun? Begini Kronologi Sederhana Kasus Viral Chromebook
-
XLSMART Catat Pendapatan Tembus Rp11,84 Triliun di Awal 2026, Berkat Integrasi dan Ekspansi 5G
-
TWS Gaming Nubia GT Buds Debut: Desain Futuristik, Baterai Diklaim Tahan 40 Jam
-
Tantang POCO X8 Pro Max dan Xiaomi 17T Series, iQOO 15T Pamer Fitur Ray Tracing
-
15 HP Android Terbaru 2026 dari yang Termurah hingga Flagship, Mana Pilihanmu?
-
iQOO Neo 12 Diprediksi Bawa Chip Terkencang Qualcomm, Harga Bakal Lebih Mahal?
-
Daftar HP Samsung yang Kebagian One UI 9 Berbasis Android 17, Cek Galaxy Kamu Masuk atau Tidak