Suara.com - Jika sebagian besar wilayah di dunia menggunakan rapid test, swab, atau thermo gun untuk mendeteksi COVID-19, pemerintah Finlandia melakukan cara yang berbeda.
Salah satu negara yang berada di kawasan Skandinavia ini menerjunkan anjing pelacak untuk mendeteksi virus Corona jenis baru kepada para pengunjung maupun calon penumpang di bandara Helsinki, ibukota Finlandia.
Para peneliti di negara itu percaya bahwa anjing pelacak memiliki indera penciuman yang tajam untuk mengenali bau orang yang sudah terinfeksi COVID-19.
Sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Minggu (27/9/2020), para peneliti telah mengirimkan empat anjing pelacak untuk berjaga-jaga di bandara Helsinki.
Berdasarkan sejumlah pengujian, keempat anjing pelacak itu sanggup mengendus virus di tubuh seseorang dengan akurasi nyaris 100 persen, bahkan jika orang itu tidak menunjukkan gejala apa pun.
Ketika seekor anjing mengira bahwa seseorang terkena virus, ia akan mulai berteriak, mengais di tanah, atau berbaring, setelah itu orang yang bersangkutan akan dites dengan Polymerase Chain Reaction atau PCR untuk membantu memverifikasi kecurigaan anjing pelacak.
Meski begitu, belum jelas apakah indikator yang menjadi petunjuk dari si anjing untuk mengidentifikasi seseorang mengidap virus Corona jenis baru.
Konon, beberapa spekulasi menyebut bahwa anjing pelacak mendeteksi virus Corona lewat keringat. Pasalnya, keringat orang normal dengan pasien positif COVID-19 berbeda.
Selain di Finlandia, cara yang sama juga dipraktikkan oleh pemerintah Spanyol.
Baca Juga: Pasien COVID-19 Bertambah Sembilan Orang di Magetan
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
Perjuangan Marselino Ferdinan Dimulai, Operasi Lutut Langkah Pertama Comeback ke Timnas Indonesia
-
The Invisible Guest: Menghadirkan Kisah Adu Siasat Elit di Balik Kejahatan!
-
Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me
-
Anak Imigran Afrika-Maroko Jebol Perbatasan Ceuta Spanyol Terancam Pelecehan dan Kekerasan
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang
-
Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich
-
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi
-
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia
-
Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat
-
Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut
-
Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka
-
Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi
-
Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029
-
Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital