Suara.com - Seekor tikus bernama Magawa menjadi tikus pertama yang mendapatkan medali emas karena kemampuannya mendeteksi ranjau darat.
Pahlawan kecil ini dianugerahi oleh sistem penghargaan Inggris, atas tindakan kepahlawanan terbesar atau untuk keberanian dalam keadaan bahaya yang ekstrem.
Tikus umumnya memiliki reputasi sebagai pembawa penyakit yang kotor. Selama berabad-abad, tikus disebut pembawa wabah yang telah memusnahkan sepertiga populasi Eropa.
Faktanya, tikus adalah hewan yang cerdas dan Magawa sangat ahli dalam membersihkan ranjau darat yang dibuat oleh manusia.
Magawa adalah tikus berkantung raksasa Afrika yang telah bekerja sebagai tikus pendeteksi ranjau darat di Kamboja. Hewan ini dilatih oleh Anti-Personnel Landmines Removal Product Development (APOPO) di Tanzania, untuk mendeteksi bau bahan kimia di dalam alat peledak.
Tikus berkantung raksasa Afrika memiliki indera penciuman yang sangat baik dan membantu manusia dalam berbagai cara, mulai dari mengendus penyakit hingga memerangi kejahatan.
Hewan ini sangat efisien dalam mendeteksi ranjau darat, dibandingkan dengan manusia yang mengandalkan detektor logam.
Dilansir dari IFL Science, Sabtu (3/10/2020), Magawa telah menemukan 39 ranjau darat dan 28 item persenjataan yang belum meledak, membersihkan lebih dari 141.000 meter persegi tanah.
Magawa mampu mencari ranjau di area seukuran lapangan tenis hanya dalam 30 menit, sebuah prestasi jika dibandingkan manusia dengan detektor logam yang membutuhkan empat hari.
Baca Juga: Bisa Deteksi TBC, Ilmuwan Belgia Juga Latih Tikus Mengendus Virus Corona
"Magawa secara langsung menyelamatkan dan mengubah kehidupan orang yang terkena dampak ranjau darat ini. Setiap penemuan yang dibuatnya mengurangi risiko cedera atau kematian bagi penduduk setempat," kata Jan McLoughlin, Direktur Jenderal dari badan amal People's Dispensary for Sick Animals (PDSA).
Atas kemampaunnya, Magawa dianugerahi Medali Emas PDSA untuk keberanian dan pengabdiannya yang menyelamatkan nyawa. Dari 30 hewan yang pernah dianugerasi medali sejauh ini, Magawa adalah tikus pertama.++
Berita Terkait
-
Kakak Campur Racun Tikus ke Dalam Es Krim Adiknya Demi Warisan
-
Fakta Tikus Pithi, di Balik Penjahit dan Pak RW Penantang Gibran di Solo
-
Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami
-
Video Induk Tikus Selamatkan Anaknya dari Banjir Bikin Publik Terharu
-
Kocak! Viral Video Tikus 'Adu Jotos' dan Kucing Jadi Wasitnya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Belajar dari Iblis dan Maling? Seni Menang di Buku Jadilah yang Terbalik!
-
SPBUN-SGN Temui Dasco, Apresiasi DPR Fasilitasi Mediasi Buruh dengan Manajemen
-
Tak Sekadar Kejar Juara, Turnamen Sepak Bola Usia Muda Ajarkan Sportivitas dan Kerja Sama
-
9 Lipstik yang Tahan Lama dan Murah, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
Apakah Serum Retinol Viva Bisa Dipakai Setiap Hari? Ini Penjelasan dan Review Pembeli
-
Bahas Skandal Asusila Bill Clinton, Deny Indrayana Ingatkan Prabowo Soal 3 Hal Bikin Rezim Runtuh
-
Usai Menang Praperadilan, Raudi Akmal Terlihat Langsung Turun ke Masyarakat
-
Zodiak yang Memiliki IQ Paling Tinggi, Benarkah Aquarius dan Scorpio Paling Cerdas?
-
Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil, Ratusan Organisasi Cium Bahaya Dwifungsi TNI
-
Akses Layanan Kesehatan Program JKN Berikan Rasa Aman Bagi Emanuel Giai