Suara.com - Penelitian terbaru menemukan bahwa penggunaan masker penutup wajah saat batuk, menghasilkan pengurangan 23 kali lipat pada tetesan batuk yang melayang di udara, daripada jika penutup wajah tidak digunakan sama sekali.
Para ilmuwan menemukan bahwa volume "awan" tetesan yang dikeluarkan saat batuk tanpa masker, tujuh kali lebih besar dibandingkan dengan masker bedah dan 23 kali lebih besar dibandingkan dengan masker N95.
Para ahli juga menemukan "awan" batuk bisa berada di udara selama lima hingga delapan detik, setelah itu "awan" mulai menghilang, terlepas dari ada atau tidaknya penggunaan masker.
Masker telah dipercaya oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan pemerintah di seluruh dunia untuk mengatasi penyebaran virus Corona (Covid-19).
Meskipun ada banyak bukti yang mendukung penggunaannya, tim di balik penelitian terbaru mengatakan konsep tetesan yang tersebar di udara sekitarnya masih kurang dipahami secara luas.
"Peran udara yang dikeluarkan selama batuk dan bersin serta pencampuran berikutnya dengan udara sekitar adalah hal yang penting dalam memahami penyebaran pandemi," kata Amit Agrawal dan Rajneesh Bhardwaj, penulis penelitian, seperti dikutip Independent, Kamis (22/10/2020).
Keduanya menambahkan, analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa lima hingga delapan detik pertama setelah terjadinya batuk sangat penting, untuk menghilangkan tetesan yang dihembuskan di udara. Volume udara terinfeksi sekitar 23 kali lebih banyak, daripada yang dikeluarkan melalui batuk.
"Kehadiran masker secara drastis mengurangi volume ini dan akibatnya, secara signifikan mengurangi risiko infeksi pada orang lain yang ada di ruangan itu. Demikian dengan upaya untuk memotong jarak yang ditempuh awan, seperti batuk ke siku dan menggunakan sapu tangan, dapat mengurangi volume awan batuk dan kemungkinan penyebaran virus," tambah para penulis.
Para ilmuwan dari Indian Institute of Technology, Mumbai, mengatakan penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids itu dapat digunakan dalam membantu merancang ventilasi ruang tertutup untuk mengurangi penyebaran penyakit.
Baca Juga: Dulu Langka dan Mahal, Masker Bedah Kini Jadi Hadiah Lotre Rp 3 Ribuan
Penelitian ini juga dapat membantu menentukan berapa banyak orang yang dapat ditampung dengan aman di bangsal rumah sakit, gerbong kereta, kabin pesawat, atau restoran.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengenakan segala jenis penutup wajah di atas hidung dan mulut, dapat membantu mengurangi penyebaran tetesan virus saat seseorang batuk atau bersin.
Laporan internasional yang diterbitakan The Lancet pada 3 Juni lalu, telah menganalisis data dari 172 penelitian lain di 16 negara dan memperkirakan bahwa hanya ada 3 persen kemungkinan tertular Covid-19 jika seseorang memakai masker wajah.
Berita Terkait
-
Wajah Gadis Menguning karena Masker Kunyit, Warganet Beri Saran Menggelitik
-
CDC: Setiap Orang Harus Pakai Masker Saat Naik Pesawat dan Kereta
-
Pandemi, Bolehkah Melepas Masker Saat Berolahraga? Ini Kata Dokter
-
Viral Wanita Ini Pakai Kunyit Buat Maskeran, Endingnya Bikin Ngakak
-
INFOGRAFIS: Cuci Masker Kain Anti Salah Cheked!
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Isu Hercules Muncul di Tengah Kericuhan 27 Agustus, Polda Metro: Masih Didalami
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi
-
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: HAM Tak Jadi Acuan
-
4 Rekomendasi Serum Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Glowing Tanpa Was-Was!
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS
-
Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat
-
Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026