7. Apakah ada topik yang dibatasi agar tidak masuk ke dalam jajaran trending topic?
Twitter ingin agar trending topic yang ada dapat mempromosikan diskusi yang sehat di platform. Ini berarti bahwa saat ini, beberapa jenis konten tidak dapat muncul ke dalam jajaran trending topic, termasuk konten yang:
- Berisi referensi gambar/dewasa atau cabul.
- Menyebarkan ujaran kebencian yang berdasarkan pada ras, suku bangsa, asal negara, orientasi seksual, jenis kelamin, identitas jenis kelamin, kelompok agama, usia, disabilitas, atau penyakit.
- Melanggar Peraturan Twitter.
8. Apakah ada pilihan trending topic berbayar di Twitter?
Trending topic organik bekerja seperti yang dijelaskan di atas dan berada dalam parameter Peraturan Twitter. Hal ini tidak dapat diubah. Namun, Twitter juga menawarkan dua pilihan untuk trending topic berbayar:
- Tren Promosi, ini adalah promosi berdampak tinggi dalam kurun waktu 24 jam yang populer di kalangan brand. Untuk memastikan transparan, semua Tren Promosi ditandai dengan jelas dan Tren Promosi harus mengikuti panduan Tren Promosi.
- Tren Promosi Spotlight atau Promoted Trend Spotlight, ini adalah format iklan visual yang muncul di daftar tren teratas. Tren ini dilengkapi video berdurasi 6 detik, GIF atau kumpulan foto statis.
Trending topic tersedia pada aplikasi Twitter untuk iOS, Twitter untuk Android, dan twitter.com. Di aplikasi ponsel Twitter, pengguna dapat menemukan trending topic tercantum di bagian tren pada tersebut. Saat masuk ke twitter.com di komputer desktop atau laptop, trending topic dicantumkan di banyak tempat; termasuk linimasa beranda, notifikasi, hasil pencarian, dan halaman profil. .
Berita Terkait
-
Emotikon dan Retweet, Taktik Baru Demonstran Thailand Sampaikan Aspirasi
-
Driver Ojol Berbalas Chat dengan Rossa, Warganet: Auto Nyanyi Dong!
-
Viral Pembeli Salah Transfer Ongkir Jutaan Rupiah, Warganet Malah Curiga
-
Viral Chat Tanya Tanggal Jadian ke Mantan, Endingnya Malah Bikin Nyesek
-
Bikin Nyesek, Ketemu Mantan di Tempat Kerja dan Lakukan Hal Tak Terduga
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik