Suara.com - Demonstran di Thailand memiliki cara khusus di yakni dengan menggunakan emotikon dan Retweet di media sosial untuk mengumpulkan dan mengerahkan masa yang sudah hampir sepekan turun ke jalan.
Menyadur The Straits Times, pada hari Senin (19/10), penyelenggara demonstrasi bertanya kepada massa melalui media sosialFacebook apakah mereka harus mengadakan demonstrasi malam itu.
Emotikon "Peduli" menandakan "istirahat selama satu hari," sedangkan emotikon "Wow" adalah suara untuk "terus berjalan!" Mayoritas di Facebook memilih untuk melanjutkan protes.
Jajak pendapat serupa juga dilakukan di Twitter, menggunakan tombol suka dan retweet untuk memutuskan apakah akan melanjutkan demo atau tidak.
Platform seperti Facebook, Twitter, dan Telegram menjadi tulang punggung gerakan yang dipimpin pemuda.
Cara tersebut merupakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Maha Raja Vajiralongkorn dan pembentukan kerajaan Thailand.
Cara tersebut juga terlihat seperti taktik "Be Water" yang dikuasai oleh para pengunjuk rasa di Hong Kong tahun lalu, gerakan desentralisasi menggunakan forum online untuk meminta para pendukung memberikan suara kapan dan di mana untuk berunjuk rasa.
Tindakan tersebut membuat polisi kalangkabut, pihak berwenang pekan lalu menutup sebagian Bangkok dan beberapa stasiun angkutan umum dalam upaya menggagalkan aksi.
Para demonstran sekarang mengadakan demonstrasi setiap hari sejak Perdana Menteri Prayut Chan-ocha mengeluarkan keputusan darurat untuk melarang pertemuan besar.
Baca Juga: Demo di Thailand Masuk Hari Ke-6, Massa Putar Lagu K-Pop Girls' Generation
Meskipun polisi telah menangkap lebih dari 70 orang demonstran, termasuk para pemimpin aksi, yang lain berbaris untuk menggantikan posisi mereka saat pengunjuk rasa menuntut Prayut mengundurkan diri, konstitusi yang lebih demokratis, dan lebih banyak akuntabilitas untuk monarki yang memegang kekuasaan dan kekayaan lebih dari institusi mana pun di Thailand.
"Kami sudah membuat pemerintah sakit kepala hanya dengan melakukan aksi unjuk rasa tanpa pemimpin untuk menunjukkan kepada mereka bahwa orang-orang menentang mereka," kata Arthitaya Pornprom, salah satu demonstran.
"Kami menunjukkan kepada mereka bahwa meskipun para pemimpin pergi, gerakan terus berlanjut. Semua orang adalah pemimpin." tegasnya.
Taktik baru
Pada hari Jumat, pengunjuk rasa menggunakan media sosial untuk menentukan lokasi baru dalam waktu satu jam setelah polisi menggagalkan rencana awal mereka.
Sejak itu mereka secara teratur bermunculan di berbagai lokasi dalam waktu yang singkat sebelum bubar dengan cepat untuk menghindari kekerasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan