Suara.com - Seorang lelaki dibanned atau mendapat larangan masuk dari Taman Nasional Yellowstone, setelah ketahuan memasak dua ayam di salah satu sumber mata air panas termal yang populer.
Insiden tersebut terjadi pada awal Agustus, ketika seorang penjaga hutan diberi tahu tentang sekelompok orang yang terlihat mendaki menuju Shoshone Geyser Basin, di area termal taman dengan membawa peralatan memasak.
Penjaga hutan menemukan kelompok tersebut telah melanggar peraturan taman karena berjalan menyimpang dari trotoar dan jalur yang ditentukan. Tak hanya itu, orang-orang itu pun melanggar aturan utama taman, yaitu dilarang meletakkan apa pun di fitur termal.
Namun, penjaga menemukan karung goni berisi dua ekor ayam di dalamnya yang diletakkan di mata air panas dengan panci masak di dekatnya.
Barang-barang tersebut rupanya milik seorang lelaki dari Idaho Falls dan dua lainnya yang juga melanggar aturan perjalanan kaki di daerah termal.
Lelaki dari Idaho Falls itu mengaku bersalah di pengadilan Mammoth Hot Springs pada September dan membayar denda 600 dolar AS atau sekitar Rp 8,4 juta karena melanggar aturan taman.
Tak hanya itu, ia juga harus menjalani masa percobaan dua tahun tanpa pengawasan dan dilarang (banned) pergi ke Yellowstone selama waktu itu.
Ini bukan pertama kali pengunjung melanggar aturan taman karena terlalu dekat dengan mata air panas. Keistimewaan alam Yellowstone yang luar biasa membuat taman itu layak dikunjungi namun sekaligus membuatnya berbahaya.
Terdapat sekitar 10.000 fitur geotermal di Yellowstone, mulai dari geyser hingga pot lumpur dan fumarol. Mata air panas mengalir pada suhu sekitar 92 derajat Celcius dengan ventilasi uap setinggi 135 derajat Celcius. Meskipun menarik, ini telah menyebabkan kematian setidaknya pada 20 orang.
Baca Juga: Buat Film Dewasa di Taman Nasional Meksiko, Empat Bintang Syur Dituntut
"Atraksi geotermal adalah salah satu fitur alam paling berbahaya di Yellowstone, tetapi saya tidak merasakan kesadaran itu baik pada pengunjung atau karyawan," kata Hank Heasler, ahli geologi utama Yellowstone, seperti dikutip IFL Science, Rabu (11/11/2020).
Taman ini dipenuhi dengan rambu-rambu yang memperingatkan pengunjung ataupun petugas untuk tetap berada di trotoar dan jalur pejalan kaki yang ditentukan. Jika dilanggar, maka akibatnya dapat menyebabkan kematian.
Seorang pengunjung lelaki juga dilaporkan jatuh ke mata air panas pada 2017 dan menderita luka bakar parah. Sementara lelaki lainnya kehilangan nyawa usai terjauh pada 2016.
Pada Mei tahun ini, seorang perempuan menderita luka bakar setelah jatuh ke fitur termal saat menyelinap ke taman hanya untuk mengambil foto.
Berita Terkait
-
Ramai Perbincangan 'Jurrasic Park Komodo', Netizen: Komodo Bukan Anjing
-
Wajib Tahu, Ini Sejarah Panjang Penetapan Taman Nasional Komodo
-
Fakta Pulau Rinca yang Kabarnya Dijadikan "Jurassic Park" Komodo
-
Tagar Save Komodo Trending, Ini Kawasan Terindah di Taman Nasional Komodo
-
Kanibal dan Berbisa, Ini Fakta Komodo yang Tidak Banyak Diketahui
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!