Suara.com - Google akan menutup aplikasi jelajah lokasi Expeditions, yang bisa digunakan bersama perangkat virtual reality atau VR. Aplikasi ini tadinya bisa dimanfaatkan oleh pelajar untuk melakukan karya wisata virtual.
Seperti diwartakan The Verge, aplikasi Expeditions yang pertama kali diluncurkan pada 2015, akan dihapus dari Google Play serta App Store mulai 31 Juni 2021.
Konten-konten dalam apllikasi karya wisata virtual, yang menawarkan perjalanan ke berbagai tempat bersejarah, situs budaya, dan museum di seluruh dunia, akan dipindahkan ke aplikasi Google Arts & Culture.
Dalam blog resminya Google berharap dengan langkah itu, konten-konten di Expeditions bisa lebih mudah dinikmati, terutama oleh mayoritas pelajar yang tak punya perangkat VR, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang mempersulit orang berpergian.
"Tidak semua pelajar bisa menikmati lengkapnya pengalaman perangkat VR. Kami berharap evolusi produk ini ke Google Arts & Culture bisa menjadi jembatan agar para guru bisa menggunakan konten-konten yang menarik untuk mengubah ruangan kelas dan memperkaya pengalaman belajar untuk para murid," tulis Google dalam blog resminya.
Dalam aplikasi Google Arts & Culture, para pengguna akan bisa menikmati tempat-tempat berjarah di dunia dengan lebih mudah, dengan teknologi yang menawarkan sudut pandang 360 derajat.
Berita Terkait
-
Google Gemini Tumbuh 2 Kali Lipat di Asia Tenggara, Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI Setiap Hari
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah
-
Gemini Catat Pertumbuhan Tercepat di Asia Tenggara, AI Kini Makin Fasih Memahami Bahasa Indonesia
-
Made by Google 2026 Akan Digelar Bulan Agustus, Pixel 11 Series Siap Debut?
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih