Suara.com - Fitur baru WhatsApp yang bernama disappearing messages kini sudah tersedia di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berkat fitur ini, pengguna bisa mengirim pesan yang otomatis hilang setelah 7 hari.
Selain dalam obrolan antara pengguna, fitur baru ini juga bisa digunakan dalam grup WhatsApp. Bedanya, yang berhak untuk mengaktifkan fitur ini dalam grup adalah para admin.
Lalu bagaimana cara mengaktifkan fitur pesan otomatis hilang di grup WhatsApp? Berikut langkah-langkahnya:
- Perbarui aplikasi WhatsApp di Google Play Store
- Buka aplikasi WhatsApp, buka grup WhatsApp yang fitur pesan otomatis hilangnya ingin diaktifkan
- Klik opsi menu yang berupa tiga titik di pojok kanan atas. Lalu pilih opsi Group Info
- Akan ada berapa opsi, salah satunya adalah Disappearing messages. Pilip opsi itu
- Klik pilihan On.
Setelah fitur ini aktif, pesan-pesan dalam grup WhatsApp itu akan otomatis hilang dalam waktu 7 hari. Tujuan WhatsApp menambahkan fitur ini adalah membuat percakapan antara pengguna terasa sedekat mungkin, yang berarti pesan tidak harus bertahan selamanya.
"Kami memulai dengan 7 hari karena menurut kami ini menawarkan ketenangan pikiran bahwa percakapan itu tidak permanen, namun tetap praktis sehingga Anda tidak melupakan apa yang Anda bicarakan," jelas WhatsApp dalam blog resminya.
Demikianlah cara aktifkan fitur pesan otomatis hilang di Grup WhatsApp. Adapun fitur pesan otomatis hilang di WhatsApp ini tersedia dalam versi beta, 2.20.207.3. Pembaruan ini dirilis 18 November 2020 kemarin.
Berita Terkait
-
Dokumen Internal Bocor: Sisi Gelap AI WhatsApp Terbongkar, Keselamatan Anak Terancam?
-
Ada Fitur Baru di WhatsApp Grup, Cara Baru Bikin Rencana
-
Fitur Baru WhatsApp: Dari Rapat Spontan Sampai Bikin Acara, Semua Jadi Lebih Mudah!
-
Fitur Baru WhatsApp: Sesi Panggilan dengan Meta AI
-
WhatsApp Kembangkan Fitur Tambahkan Musik Spotify di Status
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan