Suara.com - Kehadiran Meta AI di WhatsApp menghadirkan inovasi baru yang menarik. Sebelumnya, perusahaan mengumumkan bahwa mereka telah memperkenalkan pengalaman yang lebih baik untuk berinteraksi dengan chatbot Meta AI. Seperti apa fitur baru WhatsApp ini?
Pembaruan ini memperkenalkan antarmuka khusus untuk Meta AI yang dirancang untuk fokus pada interaksi suara, menjadikan percakapan dengan AI lebih intuitif dan lancar.
Dilansir dari WABetaInfo pada Jumat (21/3/2025), WhatsApp tampaknya terus berfokus pada peningkatan kenyamanan pengguna saat berinteraksi dengan Meta AI.
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan menyederhanakan interaksi yang didukung oleh teknologi AI.
Dalam pembaruan beta terbaru untuk Android 2.25.8.7, yang tersedia di Google Play Store, ditemukan bahwa WhatsApp sedang mengembangkan fitur baru yang memungkinkan pengguna memulai sesi percakapan seperti panggilan dengan chatbot Meta AI.
Saat pengguna mengakses layar khusus Meta AI yang baru, sesi panggilan akan dimulai secara otomatis, memungkinkan percakapan yang lebih lancar dan tanpa gangguan.
Fitur baru WhatsApp ini juga memungkinkan pengguna untuk melanjutkan percakapan dengan Meta AI sambil melakukan kegiatan lain dalam aplikasi.
Sebagai contoh, pengguna bisa mencari informasi di situs web dan secara bersamaan mengajukan pertanyaan kepada Meta AI mengenai konten yang sedang pengguna baca.
Fitur baru WhatsApp ini meningkatkan pengalaman multitugas, menjadikan penggunaan bantuan berbasis AI lebih praktis dalam aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: WhatsApp Business Punya Logo Baru, Tampilannya Lebih Profesional
Karena sesi ini berbentuk panggilan, pengguna tetap memiliki kendali penuh. Pengguna dapat mematikan mikrofon kapan saja jika membutuhkan keheningan atau privasi, serta mengakhiri sesi panggilan kapan pun pengguna inginkan.
Selain itu, pengguna bisa beralih ke bentuk interaksi lain, seperti obrolan teks, sesuai preferensi pengguna. Fitur privasi bawaan Android akan memberi tahu pengguna setiap kali mikrofon aktif, sehingga memberikan transparansi dan kontrol lebih besar terhadap privasi.
Indikator ini diatur oleh sistem operasi, sehingga tidak ada aplikasi yang dapat mengubah atau menyembunyikan informasi mengenai penggunaan mikrofon.
Dengan demikian, pengguna dapat memantau penggunaan mikrofon secara real-time dan memastikan pengguna selalu mengetahui ketika audio diakses.
Pendekatan berbasis panggilan ini menawarkan cara yang lebih alami dan intuitif untuk berinteraksi dengan Meta AI, mengimitasi percakapan nyata tanpa harus mengetikkan pertanyaan.
Ini sangat bermanfaat bagi pengguna yang lebih memilih interaksi suara atau membutuhkan akses cepat ke bantuan AI tanpa harus menghentikan aktivitas lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
5 HP Android Kamera Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Alternatif iPhone Versi Murah
-
400 Kota Terkoneksi dan 5G Blanket Mulai Digelar, Smartfren Perkuat Dominasi Jaringan
-
AI Fisik Jadi Tren Teknologi Terbesar 2026, Computex Hadirkan Inovasi Robot Masa Depan
-
Terpopuler: 5 HP Oppo Terbaru untuk Semua Budget, Tablet Rp2 Jutaan Terbaik
-
Acer Perkenalkan AI Glasses dan Kacamata AR, Hadirkan Layar Virtual 172 Inci
-
47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Juni 2026: Borong 5 Juta Koin dan Klaim Kompensasi
-
Generasi Produktif Butuh Laptop Fleksibel, Infinix XBOOK 15 Siap Temani saat Kejar Deadline
-
49 Kode Redeem FF Terbaru 9 Juni 2026: Borong Diskon 80 Persen dan Jersey Bola Keren
-
Samsung Galaxy A37 5G Andalkan Nightography HDR Video, Tips Buat Gen Z Rekam Konten Low Light Keren
-
Cari HP di Bawah Rp3 Juta yang Bagus? Ini 4 Juara Pilihan David GadgetIn