Suara.com - Kawah Gale dipilih sebagai lokasi pendaratan penjelajah Curiosity milik NASA karena dipercaya pernah terisi air. Sejak kedatangan penjelajah pada 2012, robot itu telah mengirimkan kembali data mengenai aliran bukti pendukung yang stabil. Tetapi, para ahli tampaknya melewatkan banjir raksasa yang terjadi 3,6 hingga 3,85 miliar tahun yang lalu. Well, penemuan terbaru tentang struktur geologi Mars menunjukkan bahwa salah satu kawah terkenal di Mars, Kawah Gale, pernah mengalami banjir dalam skala yang sangat besar.
Penemuan ini menambah bukti bahwa air muncul di permukaan Mars lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya, meskipun tidak jelas apakah akan bertahan cukup lama untuk meningkatkan prospek kehidupan.
Sejak 1997, penjelajah Mars lain yang disebut Pathfinder memberikan bukti bahwa lokasi pendaratannya di Ares Vallis telah mengalami banjir besar. Tetapi Dr Alberto Fairen dari Universitas Cornell mengusulkan sesuatu dalam skala yang berbeda untuk Kawah Gale.
Banyak bebatuan di sekitar Gunung Sharp, puncak pusat Gale, tampak seperti sedimen dan ini menunjukkan bahwa wilayah ini dulunya adalah dasar danau yang dangkal. Sedimen ini termasuk bubungan kerikil berbentuk gelombang yang dikenal sebagai "megaripples" setinggi 10 m dan terpisah sekitar 137 m.
Berdasarkan kemiringan bubungan bukit dan panjang gelombang di antaranya, tim menyimpulkan bahwa bukit itu dibuat oleh dinding air setinggi setidaknya 24 m yang melaju dengan kecepatan 10 m per detik.
"Kami mengidentifikasi megaflood untuk pertama kalinya menggunakan data sedimentologi terperinci yang diamati oleh penjelajah Curiosity," kata Fairen, seperti dikutip IFL Science pada Rabu (25/11/2020).
Fairen menambahkan bahwa bentuknya menyerupai ukiran pada banjir es yang mencair di Bumi. Fitur seperti ini di lantai Kawah Gale sebelumnya diperkirakan terbentuk sebelum kemunculan Gunung Sharp karena area sekitarnya terkikis.
Namun, Fairen memberikan bukti bahwa sebagian besar fitur lebih muda dari Gunung Sharp, menyiratkan air kembali ke sistem setelah lama tidak muncul.
Di Bumi, banjir seperti itu biasanya merupakan akibat dari pergeseran iklim atau panas vulkanik di bawah es. Sementara di Mars, kemungkinan besar disebabkan oleh asteroid atau komet yang menghantam planet. Panas yang dihasilkan oleh benturan mengubah sejumlah besar air es, karbon dioksida beku, dan metana yang tersimpan di bawah permukaan menjadi gas.
Baca Juga: SpaceX Luncurkan Satelit Pemetaan Laut untuk NASA dan Eropa
Gas-gas ini menghasilkan efek rumah kaca yang berumur pendek, namun cukup kuat untuk menghangatkan planet dan mencairkan lebih banyak es, terutama di wilayah ekuator seperti Gale.
Pendinginan selanjutnya kemudian menciptakan hujan lebat yang ditambahkan dengan air saat es mencair. Banjir lalu datang dari tepi Kawah Gale dan menuruni Gunung Sharp.
"Peristiwa banjir mungkin hanya berlangsung beberapa hari, tetapi periode hangat dan basah berlangsung lebih lama," tambah Fairen.
Megaflood Mars sebelumnya telah diusulkan berdasarkan pengamatan Mars Express di Kawah Worcester, yang terletak di dekat mulut Kasei Valles, yang dianggap sebagai sistem saluran terbesar Mars.
Berita Terkait
-
Banyak Saingan Film Lebaran, Kristo Immanuel Yakin Pelangi di Mars Panen Penonton
-
Sapa Warga SCBD, Film Pelangi di Mars Hadirkan Balon Bentuk Robot 10 Meter
-
Link Live Streaming Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Fenomena 'Cincin Api'
-
Lebaran 2026 Makin Spektakuler! Pelangi di Mars Siap Bawa Anak Indonesia Menjelajah Planet Merah
-
Apakah Gerhana Matahari Cincin 17 Februari Bisa Dilihat di Indonesia? Begini Penjelasan Ilmiahnya
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
19 Kode Redeem FC Mobile 28 Februari 2026, Waktunya Panen Raya Ribuan Permata
-
33 Kode Redeem FF 28 Februari 2026, Celana Angel Ungu dan Topi Jerami Siap Hadir
-
Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
-
Pokemon Evolusi Mega ex Hadir dalam Format Starter Deck Siap Main
-
OLX Luncurkan Kategori Barang Gratis untuk Mempermudah Berbagi Selama Ramadan
-
Harga dan Spesifikasi Huawei Band 11 Series Resmi di Indonesia, Layar AMOLED 1,62 Inci
-
4 HP OPPO RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026 Mulai Rp2 Jutaan
-
Ampverse Resmi Ekspansi ke Indonesia, Andalkan AI dan Gaming Intelligence
-
Alasan ASUS ExpertBook P1 P1403 Cocok untuk Pebisnis UMKM
-
5 HP Kamera Bagus untuk Lebaran Mulai Rp3 Jutaan, Hasil Foto Jernih Tak Perlu Sewa iPhone