Suara.com - Roket SpaceX Falcon 9 meluncurkan satelit pemetaan laut ke orbit untuk NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA), pada Sabtu (21/11/2020) dari landasan Space Launch Complex 4E di Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg, California.
Dilansir dari Space.com, Senin (23/11/2020), roket tersebut membawa muatan satelit Sentinel-6 Michael Freilich, yang dikembangkan oleh badan antariksa dan cuaca Amerika Serikat dan Eropa.
Nama satelit Sentinel-6 Michael Freilich diambil dari Michael Freilich, mantan kepala divisi ilmu Bumi NASA yang meninggal karena kanker pada Agustus lalu. NASA dan ESA menamai satelit tersebut pada Januari sebelum kematiannya.
Dibuat oleh Airbus di Jerman, satelit senilai 97 juta dolar AS tersebut, kira-kira seukuran truk pickup kecil dan membawa banyak instrumen, untuk melacak perubahan permukaan laut hingga hanya beberapa sentimeter.
Untuk mengukur permukaan laut, itu akan memancarkan sinyal elektromagnetik ke lautan global dan mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan, untuk memantul kembali.
Para ilmuwan misi menjelaskan bahwa kenaikan permukaan laut hanyalah salah satu konsekuensi dari perubahan iklim, dan data dari satelit pengamat Bumi sebelumnya menunjukkan bahwa laju kenaikan permukaan laut semakin cepat, sehingga para ilmuwan ingin dapat memantaunya dalam jangka waktu yang lama.
NASA berencana meluncurkan satelit serupa lainnya yang disebut Sentinel-6B pada 2025 mendatang. Satelit-satelit itu akan melanjutkan upaya NASA selama tiga dekade untuk mendokumentasikan kenaikan permukaan laut dan akan memberi ilmuwan pandangan yang lebih tepat tentang garis pantai daripada sebelumnya.
Dengan data yang dikumpulkan oleh Sentinel-6, para ilmuwan di seluruh dunia akan dapat melakukan observasi laut dengan resolusi lebih tinggi dan lebih dekat ke pantai. Artinya, prakiraan cuaca yang lebih tepat dapat diketahui sebelum badai menghantam.
Data yang dikumpulkan juga dapat digunakan untuk menentukan bagaimana perubahan permukaan laut di dekat garis pantai, dapat mempengaruhi navigasi kapal dan penangkapan ikan komersial.
Baca Juga: Waduh! Jaringan 4G di Bulan Bisa Jadi Bencana untuk Teleskop Radio
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
3 HP Rp2 Jutaan dengan Kamera Juara, Hasil Foto dan Video Bagus Anti Pecah
-
Dimensity 7500 Setara Snapdragon Berapa? Jadi Chipset Anyar HP Midrange Vivo
-
LOOPS Powerbank Lumi 10.000 mAh Resmi Meluncur, Powerbank Fast Charging 22,5W Harga Rp199 Ribu
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 1 Juni 2026: Borong Emote Juggling dan Skin Angelic Hari Ini
-
realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 Juni 2026: Tahan Shard, Klaim 5.000 Gems Gratis
-
Bocor Sebelum Rilis! Penampakan Galaxy Z Fold 8 Terungkap, Desain Lebih Lebar dan Kamera Baru
-
iPhone Fold Semakin Nyata, Dummy Putih Ungkap Desain HP Lipat Pertama Apple
-
Muhammad Yusuf Ateh Resmi Jadi Komisaris Telkomsel, Perkuat Strategi 5G dan Transformasi Digital
-
Terpopuler: Harga HP Terbaru di 2026, 5 HP Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan