Suara.com - Sebuah pesawat luar angkasa Jepang (Hayabusa2) membawa sampel asteroid besar pertama, telah menyelesaikan misi selama enam tahun. Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA), mengumumkan bahwa misi tersebut mendarat dengan aman di daerah pedalaman Australia.
Misi Hayabusa2 mencoba mencari jawaban atas sejumlah pertanyaan mendasar mengenai asal usul sistem tata surya dan dari mana molekul seperti air berasal.
Pesawat luar angkasa untuk misi ini diluncurkan dari pusat antariksa Jepang di Tanegashima pada 2014, dan butuh waktu empat tahun, hingga mencapai asteroid Ryugu sebelum mengambil sampelnya dan melakukan perjalanan balik ke bumi pada November 2019.
Sebagaimana melansir laman Antara, Senin (7/12/2020), asteroid diyakini telah terbentuk sejak awal munculnya sistem tata surya, dan para ilmuwan menyebut bahwa Ryugu mungkin mengandung zat organik yang berkontribusi terhadap kehidupan di bumi.
Sebelumnya di awal Minggu, kapsul pesawat mengeluarkan cahaya selagi memasuki kembali atmosfer bumi hingga akhirnya mendarat di area terbatas Woomera, sekitar 460 kilometer di utara Adelaide, dan ditemukan oleh para ilmuwan dan dibawa ke pusat riset lokal, kata JAXA.
"Helikopter yang membawa kapsul pesawat telah tiba di markas lokal dan kapsul tersebut dibawa ke dalam gedung," kata JAXA melalui cuitan di Twitter.
Berita Terkait
-
Suzuki Hayabusa Pindah Habitat, Diajak Terjang Medan Off-Road dan Sungai
-
Asteroid Apophis 300 Meter Ancam Bumi Pada 2068, Nasa Cari Cara Mengadang
-
Asteroid Seukuran Menara Eiffel Melintas pada 2068, Berpotensi Ancam Bumi
-
Jarang yang Tahu, Diam-diam Joe Biden Penyuka Motor Suzuki, Lho!
-
Ilmuwan Temukan Kembaran Bulan yang Hilang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan