Suara.com - Setiap tahun, para ilmuwan pasti menemukan peninggalan berupa senjata kuno yang menceritakan kisah kekerasan di masa lalu. Mulai dari zaman es hingga abad pertengahan, berikut ini lima senjata kuno paling keren yang ditemukan sepanjang 2020 menurut Live Science:
1. Tongkat lempar zaman es
Para ahli menemukan senjata berbentuk tongkat dari zaman es yang digunakan oleh spesies manusia Homo heidelbergensis untuk berburu.
Berukuran panjang sekitar 64,5 sentimeter, tongkat lempar yang ditemukan di Jerman ini pertama kali dilaporkan pada April di jurnal Nature Ecology & Evolution.
Tongkat ini berasal dari 300.000 tahun yang lalu dan digunakan untuk melukai atau membunuh mangsa kecil, seperti kelinci, angsa, dan bebek.
2. Pedang tertua
Pedang dari abad pertengahan yang ditemukan di biara San Lazzaro degli Armeni oleh mahasiswa arkeolog Vittoria Dall'Armellina adalah pedang tertua yang pernah ditemukan.
Meskipun pedang itu diberi label hanya berumur beberapa ratus tahun saat dipamerkan di museum, Dall'Armellina menyadari bahwa pedang itu jauh lebih mirip senjata dari Zaman Perunggu daripada artefak abad pertengahan.
Dia dan rekan-rekannya menganalisis pedang tersebut dan menemukan bahwa itu memang paduan tembaga-arsenik dari awal Zaman Perunggu, sekitar 5.000 tahun lalu.
Baca Juga: Ilmuwan China Tinjau Cara Pelajari Sampel Bulan
Pedang tersebut berasal dari Anatolia atau yang sekarang menjadi Turki bagian timur, tempat pedang pertama kali ditemukan.
3. Bilah pedang yang indah
Seorang pemburu jamur di Republik Ceko tak sengaja menemukan potongan logam yang mencuat di tanah dan menendangnya.
Ia menyadari bahwa itu adalah bilah pedang. Setelah mulai menggali, ia tidak hanya menemukan pedang tetapi juga kapak perunggu.
Pangkal dan gagang pedang tersebut dihiasi dengan ukiran berbentuk lingkaran dan bulan sabit yang halus. Para arkeolog dari Museum Silesia memeriksa artefak itu dan mengungkapkan berasal dari Zaman Perunggu, sekitar 3.300 tahun yang lalu.
Tidak jelas mengapa pedang itu ada di tengah hutan, meskipun hujan baru-baru ini mungkin telah menyapu tanah dan membuatnya terlihat untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun. Para arkeolog berencana untuk mempelajari wilayah sekitarnya lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Mikroplastik di Plasenta Manusia
-
Senjata dari Tulang Manusia Berusia 11.000 Tahun Ditemukan
-
Ilmuwan Temukan Senjata dari Tulang Manusia Berusia 11.000 Tahun
-
Masih Terpelihara, Bunga Ini Terjebak di Batu Berusia 100 Juta Tahun
-
Terkubur Es Selama 57.000 Tahun, Ilmuwan Temukan Mumi Anak Serigala
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis
-
Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka
-
Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata
-
Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi
-
Hari Anak Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Tujuannya
-
BRI Hadirkan Ekosistem Digital Berbasis ESG di Jember Fashion Carnaval 2026
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani