Suara.com - Koin asal China yang digunakan selama Abad Pertengahan ditemukan di Inggris. Tidak diketahui secara pasti bagaimana koin China tersebut bisa berakhir di Inggris Selatan, tetapi temuan itu bisa mengisyaratkan hubungan antara Eropa dan China berabad-abad jauh lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Koin paduan tembaga berukuran 25 milimeter itu berasal dari Dinasti Song dan pertama kali diterbitkan antara 1008 hingga 1016 Masehi, di bawah pemerintahan Dazhong Xiangfu dari Kaisar Zhenzong, meskipun kemungkinan besar tetap beredar selama berabad-abad setelahnya.
Menariknya, koin tersebut digali di Buriton, Hampshire, sekitar 14 kilometer dari pantai selatan Inggris. Tidak diketahui dengan jelas apakah koin itu dijatuhkan oleh kolektor modern atau pengembara Abad Pertengahan. Namun beberapa sejarawan curiga koin tersebut kemungkinan besar dijatuhkan saat Abad Pertengahan.
Dr Caitlin Green, sejarawan di University of Cambridge, menulis unggahan blog yang menjelaskan penemuan ini dan berpendapat bahwa koin tersebut kemungkinan tidak dijatuhkan oleh kolektor zaman modern.
Alasannya, koin itu ditemukan di lapangan yang penuh dengan artefak Abad Pertengahan, termasuk koin Raja John yang dicetak di London pada 1205–7, pecahan kapal Abad Pertengahan atau awal pasca-Abad Pertengahan, dan dua koin dari abad ke-16.
Selain itu, para arkeolog sebelumnya telah menemukan koin dinasti Song Utara lainnya di Inggris. Temuan koin baru ini juga ditemukan di area yang sama dengan satu-satunya tembikar China yang diimpor dari abad ke-14.
Karena letaknya yang relatif dekat dengan pantai, para ahli menduga daerah itu memiliki hubungan dengan rute pengiriman global. Dilansir dari IFL Science, Jumat (1/1/2021), artefak China yang ditemukan di sebagian besar dunia juga dekat dengan garis pantai, yaitu di sepanjang garis pantai India, Semenanjung Arab, Afrika Timur, dan Mediterania.
Meski begitu, hubungan Eropa dan China tampaknya telah terjalin lebih lama. Contoh nyata adalah sutra dari Kekaisaran Han di China yang dimiliki orang Romawi kaya.
Jalur sutra dikenal sebagai jaringan perdagangan yang menghubungkan antara Eropa Selatan dan Asia Timur, melalui Asia Selatan, Persia, Semenanjung Arab, dan Afrika Timur.
Baca Juga: Berlambang Palu Arit, Uang Koin Tersangkut 53 Tahun di Hidung Pria Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!