Suara.com - Obat kutu rambut ivermectin disebut dapat mengurangi risiko kematian akibat virus Corona (Covid-19). Obat kutu rambut tersebut saat ini sedang dieksplorasi sebagai pengobatan potensial untuk Covid-19.
Studi baru juga menunjukkan bahwa terjadinya penurunan 80 persen dalam kematian pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.
Dilaporkan hanya delapan dari 573 pasien yang menerima ivermectin meninggal dunia, dibandingkan dengan 44 orang dari 510 pasien yang meninggal setelah diberi plasebo.
Penelitian sebelumnya tentang obat resep antiparasit mengungkapkan hasil yang menjanjikan pada April lalu, dengan menghilangkan semua RNA virus dalam waktu 48 jam dari satu dosis penggunaan.
Ahli virologi Universitas Liverpool Andrew Hill, menyebut bahwa penelitian baru ini sebagai "transformasional" dalam mencari terapi virus Corona.
Temuannya yang didasarkan pada data lebih dari 1.400 pasien membahas hasilnya dalam siaran langsung. Penelitian tersebut saat ini sedang menunggu tinjauan rekan sejawat.
Namun, para kritikus menyebut kesimpulan penelitian Hill prematur dan mendesak penelitian lebih lanjut sebelum menyatakan bahwa ivermectin sebagai pengobatan yang efektif.
"Yang kami miliki hanyalah studi observasi dan pendapat dokter," kata Profesor Andrew McLachlan dari Universitas Sydney, seperti dikutip dari New York Post, Rabu (6/1/2021).
McLachlan menambahkan bahwa banyak penelitian saat ini memiliki jumlah peserta yang sedikit, rancangan penelitian yang lemah, dan dosis ivermectin yang tidak konsisten serta relatif rendah.
Baca Juga: Konsumsi Makanan Olahan Berlebih Naikkan Risiko Kematian hingga 50 Persen!
Berita Terkait
-
Ahli Georgia Sebut Polusi Udara Tingkatkan Risiko Keparahan Virus Corona
-
Studi: Menstruasi Tak Teratur atau Lama Berisiko Alami Kematian Dini
-
Tes Darah Bisa Prediksi Risiko Kematian Pasien Covid-19, Ini Penjelasannya
-
Orang dengan Paha Besar Punya Risiko Kematian Lebih Rendah, Kok Bisa?
-
Angka Kematian Covid 19 di Sumsel Tembus 300 Orang
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia, Spesifikasi Lengkap dan Fitur Galaxy AI Terbaru 2026
-
Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke LN Gegara Pajak Besar, Begini Respons Ditjen Pajak
-
Cara Mematikan MSA Xiaomi untuk Hilangkan Iklan dan Atasi Lemot
-
Viral Ditodong 'Kurang Bayar' Pajak, Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke Luar Negeri
-
52 Kode Redeem FF Terbaru 26 Februari 2026, Ada Gloo Wall dan Incubator Voucher
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Februari 2026: Ada Pemain 117, Gems, dan Rank Up
-
Plat D Trending, Ini Kronologi Calya Lawan Arus Hampir Lindas Driver Ojol di Jakpus
-
Harga Laptop AI Murah 2026 Turun Drastis! Axioo Hype AI 5 Resmi Rilis, Pakai Intel Core Ultra
-
Epson: Teknologi Digital Dye-Sublimation Percepat Transformasi Industri Cetak Tekstil Asia Tenggara
-
Kaspersky Bongkar Modus Phishing Google Tasks 2026: Pakai Notifikasi Resmi, Curi Akun Perusahaan