Suara.com - Alat kesehatan ventilator continuous positive airways pressure (CPAP) Vent-I Essential 3.5. yang produksi PT Panasonic Health Care Indonesia merupakan produk buatan lokal berstandar internasional sebagai wujud kontribusi anak bangsa dalam membantu penanganan COVID-19.
"Ventilator ini merupakan buah kerja sama perusahaan dengan Institut Teknologi Bandung. Produk ini dirancang oleh ITB kemudian disempurnakan dan diproduksi oleh PHC Indonesia," kata Direktur PHC Indonesia Dewanto Hari Sulaksono saat peluncuran produk di PT PHCI Kawasan Industri MM2100, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (26/1/2021).
Sebagai perusahaan pionir produsen alat kesehatan berbasis elektronika di Indonesia, pihaknya berkomitmen membantu pemerintah menangani pandemi COVID-19 melalui inovasi produk yang diciptakan dengan kualitas tinggi.
Ventilator ini, kata dia, telah memenuhi standar internasional alat kesehatan, yaitu International Electronical Commission (IEC 60601) dan standar persyaratan ventilator (IEC80601), serta standar kompatibilitas elektro magnetik EN55011-CISPR 11.
"Produk ini juga telah lulus uji klinis oleh Universitas Padjadjaran dan lulus uji produk oleh BPFK Kemenkes RI," katanya.
Dewanto menjelaskan CPAP Vent-I Essential 3.5 dirancang untuk mudah digunakan dengan akurasi kinerja dan efikasi yang tinggi, dibuat dengan bahan medical grade yang aman sehingga menghasilkan produk bermutu dan handal.
"Penggunaan tingkat kandungan dalam negeri sudah mencapai 43 persen dengan kapasitas produksi mencapai 37.500 unit per tahun atau rata-rata 3.300 unit per bulan," ucapnya.
Alat ini efektif dan banyak dibutuhkan dalam kondisi darurat untuk menangani pasien COVID-19 fase 2 yaitu pasien yang masih bisa bernafas secara mandiri namun saturasi oksigennya rendah.
Ventilator ini mampu meningkatkan saturasi oksigen dengan memberikan masukan oksigen ke pasien dengan fraksi oksigen lebih dari 50 persen secara terus menerus dengan tekanan terukur (5-15cmH2O).
Baca Juga: Menristek Apresiasi Ventilator Panasonic dan ITB
Selain ventilator, PHC Indonesia juga telah memproduksi peralatan kesehatan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan dan penyimpanan vaksin COVID-19 sampai ke tingkat penggunaan di masyarakat yaitu serangkaian peralatan biomedical freezer (pembeku biomedis) dan pharmaceutical refrigerator (pendingin farmasi).
"Produk-produk tersebut diproduksi di fasilitas pabrik PHC Indonesia dan sudah menjadi karya anak bangsa karena menggunakan local konten yang cukup tinggi," katanya.
PT PHC Indonesia telah memproduksi dan memasarkan berbagai tipe dan ukuran kedua alat ini. Untuk pembekuan sampai -40 derajat celcius, PHC Indonesia memproduksi biomedical freezer model MDF-MU549DH dengan kapasitas 479 liter.
"Alat yang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan vaksin ini telah menggunakan tingkat kandungan dalam negeri sebesar 63 persen dan kapasitas produksi 7.500 unit per tahun atau rata-rata 650 unit per bulan," ujar Dewanto.
Sedangkan untuk kebutuhan penyimpanan vaksin di fasilitas kesehatan sampai -20 sampai -30 derajat celcius, dapat menggunakan produk PHC Indonesia tipe MDF-MU339 dengan volume 369 liter, MDF-MU539H dengan volume 504 liter, serta MDF-MU 539DH dengan volume 479 liter.
"Pembeku biomedis yang dibutuhkan dalam penyimpanan vaksin ini telah menggunakan komponen lokal TKDN sebesar 73 persen dengan kapasitas produksi 7.500 unit per tahun atau rata-rata 650 unit per bulan," ucapnya.
Berita Terkait
-
Teori Ilmiah Alumni ITB, Kaitan Mobil Mogok di Rel dan Kecelakaan KRL Bekasi
-
Dokumenter 'Dilan ITB 1997' Bongkar Momen Autentik Ariel NOAH yang Jarang Tersorot
-
Dipimpin Ariel NOAH, Film Dilan ITB 1997 Gelar Touring Motor Jakarta - Bandung
-
Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika
-
Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 30 April 2026: Klaim Bundle Gintoki, Magic Cube Hingga Motor Gintama
-
26 Kode Redeem FC Mobile 30 April 2026: Sikat Ronaldo TOTS dan Olise Tanpa Top Up Dijamin Gacor
-
Gaming Maraton Lebih Nyaman, Infinix GT 50 Pro Jaga Suhu Tetap Aman
-
ZTE dan XLSMART Resmikan Innovation Center di Jakarta, Percepat Adopsi 5G-A dan AI di Indonesia
-
5 HP Xiaomi Kamera Leica Termurah, Hasil Jepretan Mewah ala Fotografer Pro
-
Garmin Instinct 3 Rilis Warna Baru: Smartwatch Tangguh Kini Jadi Tren Fashion Urban 2026
-
5 Rekomendasi Mic Clip On Wireless Murah tapi Bagus, Cocok buat Konten Kreator Pemula
-
Siapa Pendiri Friendster? Media Sosial yang Pernah Berjaya, Mati, Kini Bangkit Lagi di 2026
-
5 Rekomendasi HP OPPO dengan Fitur Kamera 0.5 Keluaran Baru: Fitur Flagship, Harga Irit
-
Cara Hapus Cache di HP Samsung, Cukup 3 Langkah Mudah Ini