Kemungkinan pendanaan pemerintah untuk penelitian tentang masalah ini turun secara drastis di negara-negara seperti China ketika pandemi tidak lagi menjadi ancaman besar.
Sementara itu, ilmuwan di Amerika Serikat terlibat dalam 23 persen dari semua penelitian virus Corona di seluruh dunia pada awal pandemi dan meningkat sekitar 33 persen dari Juli hingga Oktober.
Studi baru menemukan bahwa jumlah tim dalam proyek penelitian virus Corona terus menurun. Tak hanya itu, tingkat kolaborasi internasional juga terus menurun. Sebagian besar alasannya karena larangan bepergian membuat para ahli tidak mungkin bertemu.
Menurut Wagner, hal ini sangat merugikan pembentukan kolaborasi baru di antara para ilmuwan, yang hampir selalu dimulai dengan tatap muka.
Tetapi, mungkin juga ada komponen politik, terutama dalam kolaborasi Amerika Serikat-China. Persyaratan tinjauan studi pemerintah China mungkin merugikan.
Selain itu, pemerintah Amerika Serikat telah memberikan pengawasan lebih kepada para peneliti China di Amerika Serikat, yang mungkin menyebabkan beberapa ilmuwan enggan melakukan kemitraan.
Padahal, Wagner menjelaskan bahwa para ilmuwan perlu mencari cara cara untuk memulai kembali kolaborasi saat umat manusia memasuki periode pasca-Covid-19.
Berita Terkait
-
Hari Ini Setahun Pandemi Covid-19: Dari Pesta Dansa, Kini Tembus 1 Juta
-
Setahun Pagebluk Covid-19, Indonesia Belum Aman, Masih Stadium Empat
-
Pandemi dan JakBook Dilanda Sepi Pembeli
-
Videografis: 4 Tips Tingkatkan Nafsu Makan di Masa Pandemi
-
Setahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, Ini Lima Gambar Paling Mewakili
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118