- Konsumsi gas turun 10% dan emisi karbon berkurang 110.000 ton per tahun.
- Proyek pertama dari tujuh rencana peremajaan pabrik pupuk hingga 2029.
- Modernisasi teknologi menjamin pasokan pupuk untuk swasembada pangan.
Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), resmi mengoperasikan kembali Revamping Ammonia Pabrik-2. Proyek peremajaan ini menjadi tonggak awal dari program revitalisasi industri pupuk nasional guna memperkuat swasembada pangan.
Pabrik yang telah beroperasi sejak 1984 ini kini hadir dengan wajah baru yang lebih modern. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan bahwa modernisasi ini berhasil menurunkan konsumsi gas sebesar 4 MMBtu per ton amonia, atau efisiensi lebih dari 10%. Selain hemat biaya, inovasi ini mampu memangkas emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun.
"Modernisasi ini adalah cerminan visi besar negara dalam membangun kemandirian industri pupuk sebagai fondasi keberlanjutan swasembada pangan," ujar Rahmad.
Pembaruan teknis mencakup penggantian peralatan utama seperti shift converter dan Ammonia Converter, serta penerapan Distributed Control System (DCS) untuk otomatisasi pemantauan secara real-time. Langkah ini diprediksi mampu memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun ke depan.
Keberhasilan proyek ini didorong oleh Perpres Nomor 113 Tahun 2025 yang memberikan ruang bagi perusahaan untuk memodernisasi infrastruktur melalui skema subsidi yang adaptif. Revamping Pabrik-2 hanyalah permulaan, karena Pupuk Indonesia Group menargetkan total tujuh proyek revitalisasi hingga tahun 2029, termasuk pengembangan di Pusri, Petrokimia Gresik, hingga Kawasan Industri Pupuk Fakfak.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, turut memberikan apresiasi tinggi. Mereka sepakat bahwa revitalisasi industri pupuk adalah syarat mutlak bagi Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia. Dengan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, Pupuk Kaltim optimis dapat menjamin ketersediaan pupuk nasional demi kesejahteraan jutaan petani Indonesia.
“Capaian ini merupakan gagasan besar Bapak Presiden, yaitu Indonesia lumbung pangan dunia. Syarat menjadi lumbung pangan dunia, kita harus merevitalisasi industri pupuk kita,” kata Amran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Jangan Cuma Habis buat Baju Baru! Ini 10 Cara Putar THR Jadi Passive Income Modal Kecil
-
Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel
-
Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram
-
Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian
-
InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi
-
Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran
-
Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen
-
Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan
-
Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril
-
Perkuat Ekosistem Trading, OKX Resmi Luncurkan Platform ORBIT