- Penjualan mobil BYD Januari turun 30,1 persen dari Januari 2025 dan turun 50,04 persen dibandingkan dengan Desember 2025.
- Total ekspor Januari 2026 mencapai 100.482 unit, menunjukkan kenaikan tahunan 51,47% meski turun 24,55 persen secara bulanan.
- Pemerintah China telah memangkas subsidi pembelian mobil listrik dan menghapus insentif tukar tambah mobil bekas dengan mobil baru.
Suara.com - Penjualan mobil BYD turun 30,1 persen pada Januari jika dibandingkan dengan raihan pada Januari tahun sebelumnya. Penurunan penjualan ini terjadi ketika Pemerintah China mulai memangkas insentif untuk penjualan mobil listrik di Tiongkok.
Dilansir dari Reuters dan CNEVPost, penurunan penjualan BYD itu sudah berlangsung dalam lima bulan terakhir. BYD pada Januari kemarin menjual 210.051 unit mobil, turun 30,1 persen dari Januari 2025 dan turun 50,04 persen dibandingkan dengan Desember 2025.
Sementara itu jumlah mobil yang diekspor mencapai 100.482 unit pada Januari kemarin, naik 51,47 persen dibanding periode yang sama tahun lalu tapi turun 24,55 persen dibandingkan sebulan sebelumnya.
Jumlah produksi BYD juga turun 29,1 persen.
Jika diuraikan, penjualan mobil jenis plug in hybrid (PHEV) BYD masih mendominasi. Sepanjang Januari, BYD menjual 122,269 unit PHEV turun 28,53 persen dibandingkan Januari 2025 dan turun 45,43 persen dibanding Desember.
Penjualan mobil listrik murni juga turun 33,6 persen per tahun dan 56,35 persen per bulan menjadi hanya 83.249 unit.
Pada awal Januari BYD mengatakan berambisi menjual 1,3 juta unit mobil di luar Tiongkok tahun ini, naik 24 persen dari capaian pada 2025 lalu. Tapi angka itu sebenarnya lebih rendah dari target yang diumumkan sebelumnya, yakni 1,6 juta unit.
Untuk mencapai targetnya itu, BYD pada tahun ini berencana mengoperasikan pabriknya di Hungaria - negara yang akan dijadikan pusat produksi mobil-mobil elektrifikasi BYD di Eropa.
Sebelumnya BYD juga sudah memiliki pabrik mobil listrik di Brasil dan Thailand. Sementara di Indonesia, pabrik perakitan mobil BYD rencananya mulai berproduksi pada awal 2026 ini.
Baca Juga: Honda Brio Satya S Baru Dibekali CVT, Lebih Murah dari BYD Atto 1
Pada 2025 lalu BYD sukses menggeser Tesla sebagai merek mobil listrik paling laris di dunia, setelah penjualan mobil dari perusahaan yang bermarkas di Shenzen, China itu melonjkak 150,7 persen mencapai 4,6 juta unit.
Tetapi pada 2026 ini prestasi itu tampaknya akan lebih sukar untuk dipertahankan. Pasalnya pemerintah China telah memangkas subsidi mobil listrik menjadi hanya 5 persen dari sebelumnya 10 persen. Selain itu subsidi untuk tukar tambah mobil bekas dengan mobil baru juga sudah dihapus.
Dengan pengurangan subsidi itu, persaingan ketat di China - pasar mobil terbesar di dunia - akan semakin ketat. BYD harus berhadapan dengan raksasa lokal lainnya seperti Geely dan Leapmotor yang juga menawarkan mobil listrik murah.
Berita Terkait
-
Nissan Bubuhkan Panel Surya di Bodi Mobil Listrik, Jarak Tempuh Nambah Berapa KM?
-
Gaya Maskulin Chery J6T Mobil Listrik Off Road Boxy yang Siap Terjang Berbagai Medan
-
Harga Beda Tipis, Mending BYD Atto 1 Baru atau Hyundai Ioniq 2019 Bekas?
-
BYD Pilih Vietnam Perkuat Cengkraman di ASEAN Lewat Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik
-
Lebarkan Sayap, BYD Incar India untuk Jadi Tempat Produksi Baru
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Daftar Harga Mobil Listrik BYD April 2026, Mulai Rp199 Jutaan
-
Apakah Motor Listrik Bayar Pajak Tahunan? Cek Besarannya
-
3 Fakta Kenapa Honda BeAT Dicap Motor Pelit Fitur, Strategi atau Efisiensi?
-
Teknologi New Veloz Hybrid yang Perlu Pengguna Pahami
-
5 Skutik Entry-Level Super Irit BBM Terbaru 2026 Banderol Kaki Lima
-
Honda Jazz 2026 Menjelma Jadi Karya Seni Berkat Sentuhan Kreatif Desainer Muda
-
5 Mobil Hybrid Super Irit Bensin Keluaran 2026 yang Harga Tak Bikin Kecewa
-
Dominasi Mobil Jepang Runtuh Dampak Serbuan Kendaraan Listrik Tiongkok di Australia
-
7 Motor Listrik Roda Tiga Tertutup, Bisa Muat Banyak Siap Terjang Panas dan Hujan
-
BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter, Cukup Buat Kerja Bolak-Balik Jakarta-Bandung Pakai Mobil Pribadi?