Suara.com - Badan Perlindungan Konsumen Portugal, Deco Proteste, mengajukan gugatan ke Apple karena sengaja membuat iPhone mereka lemot dan adanya masalah baterai.
Dalam gugatannya, Deco Proteste menyebut beberapa produk yang sengaja di-downgrade Apple seperti iPhone 6, iPhone 6 Plus, iPhone 6S, dan iPhone 6S Plus.
Dilansir laman Apple Insider, Rabu (3/3/2021), kasus ini bermula ketika Apple menghadirkan pembaruan sistem operasi iOS pada 2017 lalu.
Apple menganggap pembaruan ini dimaksudkan agar iPhone bisa digunakan untuk jangka waktu yang lebih lama.
Namun Deco Proteste berkata sebaliknya. Menurut mereka, pembaruan ini justru memperlambat kinerja ponsel sekaligus membuat baterai seri iPhone 6 tersebut bermasalah.
Hal ini menyebabkan para konsumen di Portugal mengganti dan membeli iPhone baru lebih awal.
Mereka juga menganggap peningkatan iOS yang dilakukan Apple berdampak buruk bagi lingkungan karena boros dan membuang perangkatnya lebih awal.
Undang-undang Eropa sendiri melarang praktik komersial yang tidak adil, menipu, dan agresif seperti memperlambat kinerja yang dilakukan secara sengaja.
Berbagai upaya terus dilakukan oleh Deco Proteste dan beberapa kelompok konsumen di Eropa lain untuk mendapatkan tanggapan dari Apple.
Baca Juga: Daftar HP yang Tidak Bisa Pakai Whatsapp di 2021
Dikarenakan jawabannya tidak memuaskan, maka mereka membawa masalah ke pengadilan.
Deco Proteste menuntut kompensasi yang mesti dibayar Apple sebesar 7 juta euro atau Rp 120,9 miliar untuk 115 ribu pengguna iPhone yang terdampak di Portugal.
Kompensasi ini dihitung dari biaya perbaikan baterai dan 10 persen harga pembelian iPhone.
Gugatan class action ini sebelumnya juga terjadi di Italia pada Januari lalu. Dengan tuntutan yang sama, Apple diharuskan bayar ganti rugi sekitar 60 juta euro atau Rp 1 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Salah Satu Tablet Terkencang di Dunia, Lenovo Legion Tab Gen 5 Mulai Dipasarkan
-
Sukses Usai Debut, Capcom Siap Kembangkan IP Pragmata Lebih Lanjut
-
5 Aplikasi Tanda Tangan Digital 2026: Privy, DocuSign hingga Adobe Sign, Mana Legal di Indonesia?
-
5 HP RAM 12 GB Paling Murah, Performa Top untuk Pemakaian Lama
-
5 Tablet Stylus Pen Rp2 Jutaan, RAM Lega Cocok untuk Produktivitas
-
Luncurkan Fitur dengan Verifikasi Usia Lebih Ketat, Saham Roblox Langsung Anjlok
-
Pesaing Honor, HP Baru Redmi Bawa Layar 7 Inci dan Baterai 10.000 mAh
-
Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi
-
3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo
-
Telkomsel Digiland Run 2026 Sold Out, 12.500 Peserta Nikmati Lari Berbasis 5G dan AI