Suara.com - Salinan NES (Nintendo Entertainment System) copy kaset game Super Mario Bros rilisan tahun 1986 yang masih tersegel telah dijual seharga 660.000 dolar AS atau sekitar Rp 9,6 miliar.
Hal ini menjadikannya sebagai video game termahal yang pernah dijual. Label harga ini lebih dari empat kali lipat rekor sebelumnya untuk video game termahal yang pernah dijual.
Rekor sebelumnya dipegang oleh salinan tersegel dari Super Mario Bros 3 seharga 156.000 dolar AS atau sekitar Rp 2,2 miliar pada November 2020 lalu.
Kembali pada Februari 2019, game Super Mario Bros lainnya dijual seharga 100.150 dolar AS atau sekitar Rp 1,4 miliar.
Menurut rumah lelang Heritage Auctions, salinan Super Mario Bros terbaru ini masih dalam kondisi asli. Perusahaan yang berbasis di Texas, Amerika Serikat itu menjelaskan mengapa salinan itu begitu istimewa.
"Ini bukan hanya salinan game bersegel plastik terbaik dengan hangtag karton berulang yang pernah kami tawarkan, tetapi juga salinan game tertua dari Super Mario Bros," tulis perusahaan dalam deskripsi di halaman daftar produk.
Selain itu, game ini adalah versi keempat dari Super Mario Bros yang pernah diproduksi dan jangka produksinya sangat pendek.
Dilansir dari Game Spot pada Minggu (4/4/2021), ini bukan satu-satunya item Nintendo yang telah dijual di Heritage Auctions dan bukan satu-satunya yang mencapai label penjualan yang lumayan.
Sebelumnya, konsol Nintendo Play Station dijual dengan lelang seharga 380.000 dolar AS atau sekitar Rp 5,5 miliar pada Maret 2020.
Baca Juga: Genshin Impact Siap Hadir di PS5
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan