Suara.com - Google akan lebih selektif dalam memilah aplikasi mana yang dapat diinstal pengguna melalui laman Google Play Store. Hal ini dilakukan demi membatasi aplikasi untuk mengakses data pribadi mereka.
Sebagaimana dilaporkan The Verge pada Minggu (4/4/2021), beberapa preferensi data yang dianggap pribadi Google adalah preferensi kencan ataupun afiliasi politik. Meski dinilai tidak berbahaya, Google tetap membatasi aplikasi yang merekam kategori data tersebut mulai 5 Mei 2021.
Dengan ini, para pengembang mesti memberikan alasan khusus ke Google apabila aplikasi buatannya benar-benar mengambil data tersebut.
Saat ini, sistem operasi Android 11 yang dibuat Google memiliki kode 'QUERY_ALL_PACKAGES' untuk melihat daftar aplikasi yang disimpan di perangkat pengguna.
Namun Google telah memperbarui kebijakan baru untuk pengembang aplikasi, di mana data itu akan dianggap sebagai data pribadi dan sensitif.
Akan tetapi, beberapa aplikasi tertentu masuk dalam pengecualian Google. Hal ini dikarenakan aplikasi yang ada benar-benar memerlukan visibilitas yang luas di perangkat pengguna.
Contoh aplikasi yang nantinya akan diberikan izin seperti manager file, browser, dan aplikasi antivirus. Kemudian aplikasi transaksi digital seperti perbankan atau e-wallet juga mendapatkan izin untuk tujuan berbasis keamanan.
Selain aplikasi tersebut, para pengembang yang memerlukan data pengguna mesti mengisi formulir yang disediakan Google. Nantinya, Google akan memeriksa apakah alasan pengembang yang merekam data bisa dibenarkan atau tidak.
Apabila pengguna khawatir dengan perizinan data tersebut, Google berkomitmen bakal menghapus aplikasi dari Play Store. Bahkan, akun pengembang juga akan diblokir dari laman aplikasi tersebut.
Baca Juga: ShopeePay Integrasi dengan Google Play Store untuk Gaya Hidup Digital
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118