Suara.com - Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset industri smartphone, Counterpoint, Vivo berhasil menggeser Oppo dan mendominasi pasar smartphone atau HP pintar di China. Vivo dapat mengalahkan kompetitor terdekatnya, Oppo, berkat jajaran produk HP baru yang "consumer friendly".
Menurut laporan Counterpoint berjudul "Vivo Takes Lead In China Smartphone Market for the First Time", firma riset itu menekankan bahwa Vivo berhasil mengembangkan pasarnya terutama pada HP 5G.
Vivo adalah salah satu merek pertama di pasar yang meluncurkan perangkat 5G. Mereka telah mengenalkan Vivo Nex 3 5G dan iQOO Pro 5G masing-masing pada Agustus 2019 dan September 2019.
Dikutip dari situs resmi Counterpoint, Vivo diketahui telah mengembangkan portofolio 5G-nya dengan cepat hingga mencapai lebih dari 76 persen penjualan pada Februari 2021.
Padahal sebelumnya portofolio HP 5G mereka hanya menyumbang 0,5 persen penjualan pada Agustus 2019. Vivo telah naik ke posisi teratas di China menurut Counterpoint’s China Smartphone Weekly Tracker, tepatnya pada minggu ke-11 (8-14 Maret) 2021.
Perusahaan mampu melewati Oppo selama minggu ke-11 dan mereka melakukannya lagi di minggu ke-13. Berdasarkan Counterpoint’s China Smartphone Weekly Tracker tiga merek teratas di pasar China pada periode tersebut adalah Vivo (24 persen), Oppo (21 persen) dan Huawei (15 persen).
Laporan dari ET Telecom, Huawei meraih pangsa pasar 15 persen karena terus berjuang dengan sanksi AS dan kini mereka tengah mengalami kekurangan pasokan chipset. Counterpoint menyoroti bahwa Vivo berhasil melakukan positioning produk sehingga mampu menaikkan pasar.
Saat ini, portofolio Vivo mencakup seri NEX, X, S, Y, dan sub-merek iQOO. Seri NEX dan X adalah flagship Vivo yang berfokus pada kemampuan kamera.
Sedangkan seri S dan U berfokus menawarkan harga terbaik. Selain itu Y series difokuskan pada perangkat yang ramah anggaran dan iQOO berfokus pada penjualan online.
Baca Juga: HP Rp 2 Jutaan Memori Lega, Ini Spesifikasi Oppo A54
Tak hanya itu, Vivo juga baru saja menjalin kerja sama untuk meningkatkan kamera dengan perusahaan pakar optik Jerman, Carl Zeiss.
Oppo sendiri melakukan penjualan agresif pada Januari dan Februari sehingga berhasil memimpin pasar China di periode tersebut.
Branding Reno series dianggap sukses dan mereka mempunyai momentum kuat dari seri A pada segmen menengah. Counterpoint memprediksi bahwa Oppo dan Vivo akan terus bersaing pada beberapa periode ke depan terutama di tahun 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation