Suara.com - Google resmi menghadirkan aplikasi keyboard buatannya, Gboard, ke smartwatch yang menjalankan sistem operasi Wear OS.
Aplikasi ini menjadi pembaruan pertama yang dilakukan Google selama beberapa tahun belakangan.
Menulis di keyboard kecil smartwatch memang bukan hal menarik. Sebab, keyboard versi smartwatch hanya memiliki ruang terbatas, serta tombol lebih kecil agar menyesuaikan ukuran di pergelangan tangan.
Namun sebagaimana Gboard di perangkat smartphone, aplikasi keyboard ini juga hadir dengan fungsi yang sama untuk smartwatch.
Aplikasi bisa mendukung beberapa fitur seperti gesture (keyboard gerakan), tampilan QWERTY, keyboard voice, hingga emoji.
Saat membalas pesan, Gboard juga menampilkan rekomendasi kata yang dapat dipilih pengguna. Sehingga, mereka bisa langsung menekan kata tersebut ketimbang mengetik atau mengucapkannya langsung.
Selain itu, Gboard versi Wear OS juga dapat meninjau atau memperbarui pesan di layar pratinjau untuk mengoreksi kata.
Keyboard juga menampilkan dukungan multi-bahasa seperti yang ada di versi smartphone.
Sebagaimana diketahui, Google memang tak terlalu memberi perhatian lebih ke sistem operasi khusus smartwatch buatannya, Wear OS.
Baca Juga: Satu Lagi! Peneliti AI Kedua Dipecat Google
Selama bertahun-tahun, Wear OS masih kalah dari pesaingnya. Banyak pengguna yang memiliki smartwatch seperti Apple Watch ataupun Samsung Galaxy Watch.
Meski begitu, tindakan ini akan menjadi awal bagi Google untuk merombak Wear OS menjadi lebih baik.
Rumor juga menyebut perusahaan bakal segera mengumumkan pemberitahuan lainnya pada acara Google I/O 2021.
Gboard versi Wear OS kini tersedia di Google Play. Buat pengguna yang memiliki smartwatch dengan OS buatan Google tersebut, maka pastikan mereka mengecek agar mendapatkan pengalaman mengetik terbaik di smartwatch.
Berita Terkait
-
Waspada! Jangan Tertipu Emulator PlayStation Palsu di Google Play Store
-
Sistem Deteksi Gempa Google Kini Tersedia di Ponsel Android
-
Modus Baru, Pencuri Spesialis Kafe di Tuban Ini Manfaatkan Google Maps
-
Google Bantu India dengan Kucurkan Dana 261 Miliar untuk Atasi Covid
-
Google Assistant Bisa Diaktifkan Tanpa Perlu Sebut 'Hey Google'
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan