Suara.com - Trailer teranyar dari game horor The Dark Pictures Anthology: House of Ashes telah dipamerkan ke publik. Kita bisa menyaksikan percakapan antara karakter lengkap dengan makhluk misterius yang merayap dalam kegelapan.
House of Ashes merupakan game bergenre Survival Horror dan Interactive Drama yang melengkapi dua seri lainnya. Sebelum ini, terdapat The Dark Pictures Anthology: Man of Medan (2019) dan Little Hope (2020).
House of Ashes dikembangkan oleh Supermassive Games dan bakal diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment.
Game horor tersebut rencananya akan dirilis dalam beberapa platform termasuk PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series X/S, dan PC. Channel YouTube resmi PlayStation sudah memamerkan trailer terbaru dan juga sedikit gameplay-nya.
Cerita diawali oleh para tentara yang bersiap ke Timur Tengah untuk menyelidiki dugaan adanya senjata kimia. Meski begitu, terdapat gempa yang mengguncang sehingga pasukan terperosok ke dalam kuil kuno.
Dikutip dari Dual Shocker, The Dark Pictures Anthology: House of Ashes memamerkan sebuah kuil kuno yang berasal dari Kerajaan Akkad di mana para prajurit menemukan sesuatu yang bahkan lebih buruk daripada senjata penghancur.
Tempat mereka berada dulunya adalah rumah bagi tokoh God King dari kerajaan Akkadia, Naram-Sin, yang dikatakan telah mengecewakan para dewa dan membawa kutukan ke atas tanah.
Muncul di teaser pertama, kita bisa melihat lebih banyak karakter termasuk Ashley Tisdale, agen CIA Rachel King serta tiga karakter yang dapat dimainkan bernama Jason Kolchek, Nick Kay dan petugas Irak Salim Othman.
Rupanya Game Director dari House of Ashes, Will Doyle, mengatakan bahwa game terbaru mereka terinspirasi dari beberapa film.
Baca Juga: Poco F3 GT Segera Meluncur, Fokus ke Game
"Di House of Ashes, Anda akan melihat inspirasi dari film-film seperti 'Aliens', 'Predator', dan 'The Descent'. House of Ashes juga mengambil beberapa inspirasi dari karya H.P Lovecraft, khususnya novel At The Mountains of Madness," kata Will Doyle.
Terdapat perubahan dari game sebelumnya termasuk menghilangkan sudut kamera tetap dan menggantinya dengan kamera 360 derajat yang dapat dikendalikan pemain.
Sejalan dengan game Supermassive sebelumnya, House of Ashes akan menggabungkan empat mode utama yaitu Shared Story, Movie Night, dan dua jalur single player terpisah termasuk Theatrical Cut dan Curator’s Cut. Video gameplay bisa dilihat melalui link ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Bocoran Oppo Pad Mini: Tablet Kecil Rasa Flagship dengan Snapdragon 8 Gen 5
-
15 Prompt AI untuk Edit Foto Lebaran 2026, Hasil Ciamik dan Natural
-
32 Kode Redeem FF 23 Maret 2026: Cuma Modal Dikit Dapat Bundle Clover dan SG Lumut
-
Huawei Enjoy 90 Pro Max Bocor! Baterai 8.500mAh Siap Gegerkan Pasar HP Midrange
-
Cara Isi Saldo e-Toll Lewat HP Tanpa NFC untuk Arus Balik Lebaran 2026, Mudah dan Praktis
-
Terpopuler: 9 Pilihan HP Gaming Terjangkau David GadgetIn, Redmi A7 Pro Dijual Murah Rp1 Jutaan
-
7 Rekomendasi HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar 2026
-
5 Rekomendasi Tablet Rp2 Jutaan 2026 yang Cocok untuk Multitasking
-
20 Prompt AI Edit Foto Lebaran Jadi Glow Up dan Estetik, Tinggal Copas!
-
32 Kode Redeem FF 22 Maret 2026: Trik Spin Bundle Old Clover Cuma Modal 1000 Diamond