Suara.com - Para Ilmuwan melaporkan temuan spesies baru badak raksasa purba di Provinsi Gansu, barat laut China.
Diperkirakan badak ini menjadi mamalia terbesar yang pernah hidup di daratan.
Spesies baru ini memiliki nama paraceratherium linxiaense, yang disebut hidup sekitar 26,5 juta tahun yang lalu.
Badak raksasa ini memiliki berat 21 ton atau setara empat gajah Afrika.
Binatang purba tak bertanduk ini dikatakan memiliki tinggi hingga 7 meter yang bisa mencapai puncak pohon.
Angka ini menjadikannya sebagai hewan yang lebih tinggi dari jerapah.
Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Communications Biology.
Para ilmuwan mengatakan bahwa analisis fosil yang ditemukan di dekat desa Wang Jia Chuan pada 2015, menunjuk pada spesies baru sekaligus berbeda dengan badak raksasa lainnya yang telah ditemukan.
Dr Deng Tao selaku Ketua Peneliti dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology Beijing mengatakan, tengkorak dan tulang rahang fosil ini menunjukkan bahwa hewan baru tersebut memiliki tengkorak yang ramping.
Baca Juga: Dikira Dinosaurus Terkecil, Fosil 99 Juta Tahun Ini Ternyata Kadal Aneh
Batang hidungnya mirip dengan tulang yang ada di tapir modern saat ini.
Para ilmuwan menemukan bahwa spesies baru itu berkaitan dengan badak raksasa yang pernah hidup di Pakistan.
Ini menunjukkan bahwa hewan purba tersebut telah melakukan perjalanan melintasi Asia Tengah.
Jika hewan itu bisa berkeliaran bebas dari barat laut China ke anak benua India-Pakistan, ini menunjukkan bahwa Dataran Tinggi Tibet saat itu kemungkinan memiliki beberapa daerah dataran rendah.
"Kondisi tropis memungkinkan badak raksasa untuk kembali ke utara menuju Asia Tengah, menyiratkan bahwa wilayah Tibet masih belum terangkat dan dataran tinggi seperti sekarang," kata Deng, dikutip dari BBC, Minggu (20/6/2021).
Berita Terkait
-
Spesies Dinosaurus Baru Ditemukan, Lebih Seram dari T-rex
-
Gemas! Spesies Baru Laba-laba Bernama Nemo, Diambil dari Karakter Kartun
-
Tidak Terlihat di Alam Liar, Spesies Baru Udang Ditemukan di Akuarium
-
Fosil Lalat Berusia 47 Juta Tahun Ini Masih Simpan Makanan dalam Perut
-
Ilmuwan Temukan Spesies Paus Baru dan Terancam Punah yang Terdampar
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Perbedaan Tinted Sunscreen vs Skin Tint vs BB Cream, Ini Fungsinya
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas
-
Tembus Rp103,81 Triliun, Ekonom Puji Konsistensi BRI Salurkan KUR Tepat Sasaran
-
Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound
-
Mas Botok Pati di DPR: Kami Tak Suka Anarkis, Datang ke Jakarta Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan!
-
Polisi Telusuri Aliran Dana Bisnis Benih Lobster Ilegal di Garut, 3 Orang Jadi Tersangka
-
Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan