- BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat senilai Rp103,81 triliun kepada dua juta debitur hingga semester I-2026.
- Dana tersebut mayoritas disalurkan secara tepat sasaran kepada sektor pertanian sebesar 42,68 persen dan perdagangan.
- Ryan Kiryanto menyatakan pengawasan internal dan eksternal berlapis membuat penyaluran dana sangat aman dan minim risiko.
Suara.com - Mengelola dana triliunan rupiah yang disebar kepada jutaan rakyat di seluruh penjuru negeri bukanlah perkara mudah. Namun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus membuktikan diri sebagai institusi keuangan yang paling mumpuni dalam mengeksekusi mandat negara.
Hal ini tecermin dari realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang menyentuh angka fantastis Rp103,81 triliun hingga semester I-2026.
Prestasi kelembagaan ini memancing apresiasi dari Ekonom Senior sekaligus Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto.
Ia menilai, lonjakan volume penyaluran KUR yang disalurkan secara pruden kepada 2 juta debitur merupakan indikator kuat atas kesiapan infrastruktur dan kapabilitas tata kelola BRI.
"Secara bertahap dari waktu ke waktu, volume penyaluran Kredit Usaha Rakyat BRI ini kan terus meningkat ya, terus membesar. Itu memberikan pertanda, memberikan indikasi kuat bahwa memang BRI mampu dan berhasil untuk me-support program pemerintah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, itu melalui penyaluran KUR," ungkap Ryan, Rabu (19/8/2026).
Menariknya, masifnya penyaluran dana tersebut sangat terjaga kualitasnya dan tepat sasaran. Alokasi dana berhasil diarahkan pada sektor produktif yang krusial bagi hajat hidup orang banyak, yakni sektor pertanian (42,68%) dan sektor perdagangan (32,34%).
Besarnya nominal yang disalurkan tentunya menuntut manajemen risiko yang luar biasa tinggi. Terkait hal ini, Ryan Kiryanto yang juga pernah menjabat sebagai Staf Ahli di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjamin bahwa ekosistem pengawasan perbankan, khususnya di BRI, sangat berlapis dan terintegrasi dengan ketat.
Kekhawatiran akan adanya moral hazard atau kebocoran dana dapat ditekan semaksimal mungkin berkat mekanisme kontrol internal dan eksternal yang kuat.
"Proses bank itu paling ketat. Orang yang ngawasi bank itu banyak kok, ada internal audit, ada compliance, ada risk management, ada OJK. Apalagi ini KUR, ini kan programnya pemerintah, pengawasannya lebih ketat. Hampir enggak ada celah kok," tegas Ryan.
Baca Juga: Cara Klaim Diskon Erha Ultimate hingga Rp200 Ribu dari BRI
Sistem berlapis mulai dari komite kredit di tingkat unit desa, audit internal perusahaan, hingga supervisi langsung dari regulator keuangan menjadikan KUR BRI sebagai salah satu program pembiayaan massal paling aman dan kredibel di Indonesia.
Kinerja cemerlang BRI di paruh pertama 2026 ini kembali mengukuhkan posisi perseroan sebagai bank terbesar dengan portofolio UMKM paling sehat di Tanah Air.
Dengan infrastruktur teknologi dan jaringan fisik yang menjangkau hingga pelosok terdalam, BRI sukses menerjemahkan program pemerintah menjadi aksi nyata yang transparan, terukur, dan aman, demi kemakmuran ekonomi rakyat.
Berita Terkait
-
Penetrasi KUR BRI Sukses Dongkrak Literasi Keuangan Warga Pelosok Desa
-
Masifnya Penyaluran KUR BRI Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Daerah
-
QLola by BRI Hadirkan Pengalaman Baru untuk Perkuat Layanan Digital Bisnis
-
Gelar Serpong Warrior Challenge Run 2026, BRI Buka Promo Diskon Tiket 50 Persen di BRImo
-
Mau Beli Rumah dan Mobil Sekaligus? Cek Penawaran BRI Consumer Expo 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tembus Rp103,81 Triliun, Ekonom Puji Konsistensi BRI Salurkan KUR Tepat Sasaran
-
Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound
-
Mas Botok Pati di DPR: Kami Tak Suka Anarkis, Datang ke Jakarta Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan!
-
Polisi Telusuri Aliran Dana Bisnis Benih Lobster Ilegal di Garut, 3 Orang Jadi Tersangka
-
Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan
-
Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
6 Cara Pakai Essence agar Menyerap Maksimal untuk Kulit Wajah, Makin Glowing dan Kenyal
-
5 Mesin Cuci 2 Tabung yang Hemat Listrik dan Murah untuk Rumah Tangga, Harga Rp1 Jutaan
-
Dadah-dadah Prabowo dengan Latar Asap Kebakaran Kalimantan, Publik: What Next Mr Presiden