Suara.com - Para peneliti dari National Institute of Information and Communications Technology (NICT) Jepang, berhasil memecahkan rekor dunia dengan menghadirkan kecepatan internet 319 terabit per detik.
Kecepatan internet ini memecahkan rekor sebelumnya, dengan angka 178 TB per detik yang diciptakan oleh peneliti di Jepang dan Inggris setahun lalu.
Tes kecepatan internet itu dilakukan di laboratorium menggunakan teknologi eksperimental kabel serat optik, dengan empat core di dalam kabel ukuran standar.
Sebagai perbandingan, biasanya kabel serat optik hanya memakai satu core dan banyak bahan penutup untuk melindungi data di dalamnya.
"Empat core dengan diameter kelongsong standar menarik untuk penggunaan awal serat optik dalam kapasitas tinggi dan koneksi jarak jauh," tulis NICT dalam eksperimennya, dikutip dari Vice, Senin (19/7/2021).
Pasalnya, kompatibel dengan infrastruktur kabel konvensional dan diharapkan memiliki keandalan mekanis sebanding dengan serat optik tunggal.
Para ahli melakukan transfer data sejauh 3.001 km tanpa mengalami penurunan sinyal atau kecepatan.
Kecepatan ini juga didukung tembakan 552 saluran laser di berbagai panjang gelombang dan didorong lewat amplifier untuk mendapatkan kecepatan tinggi.
Meski begitu, kecepatan hasil laboratorium ini dinilai sulit untuk diterapkan dalam dunia nyata.
Sebab memerlukan waktu lama dan biaya lebih besar dalam penerapannya.
Baca Juga: Tangerang Jadi Kota dengan Internet Tercepat di Indonesia, Jakarta Kalah
Berita Terkait
-
5 Fakta Jaringan 5G, Kecepatan Internet Mencapai 20 Gbps!
-
Peneliti Temukan Tempat Keramat di Maluku Utara, Begini Lokasinya
-
Selisih 60 Cm, Pasangan Ini Pecahkan Rekor Dunia untuk Perbedaan Tinggi Terbesar
-
Ini Sosok Wanita Pemecah Rekor Dunia Bulu Mata Terpanjang, Sampai 20 Cm!
-
Peneliti China Temukan Virus Corona Baru Mirip Covid-19 pada Kelelawar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh
-
4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI