3. Hujan meteor Kappa Cygnid
Berbeda dengan Perseid yang merupakan hujan meteor mayor atau berintensitas tinggi, hujan meteor Kappa Cygnid memiliki intensitas rendah.
Hujan meteor ini akan aktif dari 3 Agustus hingga 25 Agustus, namun puncaknya akan terjadi pada 18 Agustus 2021.
Selama periode ini, pengamat memiliki peluang untuk melihat meteor Kappa Cygnid di konstelasi Draco.
Hujan meteor akan aktif sekitar pukul 02:31 WIB saat titik pancarannya terbenam di bawah ufuk barat.
Hujan meteor Kappa Cygnid kemungkinan akan menghasilkan tampilan terbaiknya sekitar pukul 21:00 WIB, saat titik pancarannya tertinggi di langit.
Pada puncaknya, hujan meteor ini diperkirakan akan menghasilkan sekitar tiga meteor per jam dengan syarat pengamatan dilakukan di lokasi yang sangat gelap dan pancaran pancuran terletak tepat di atas kepala.
4. Konjungsi Bulan dan Saturnus
Bulan dan Saturnus akan berbagi kenaikan yang sama pada 21 Agustus mendatang.
Baca Juga: Jangan Terlewat! Saksikan Cincin Saturnus Hari Ini
Planet bercincin itu akan berada pada jarak 3 derajat dari Bulan dan dapat diamati di konstelasi Capricornus.
Pasangan ini dapat dilihat sekitar pukul 18:07 WIB dengan ketinggian 22 derajat di atas ufuk timur. Keduanya akan mencapai titik tertinggi di langit pada 22:38 WIB dengan ketinggian 77 derajat di atas cakrawala selatan.
Bulan dan Saturnus akan tenggelam di bawah 7 derajat di atas ufuk derajat pada pukul 04:13 WIB.
5. Bulan Purnama
Bulan Purnama Agustus 2021 akan terjadi pada 22 Agustus. Pengamat dapat mulai melihat Bulan Purnama pada pukul 19:01 WIB.
Bulan Purnama Agustus juga disebut sebagai Sturgeon Moon, menurut Farmers' Almanac di Amerika Serikat.
Biasanya, ada 12 Bulan Purnama setiap tahun, meskipun Blue Moon terkadang terjadi setiap dua hingga tiga tahun.
Bulan Purnama yang terjadi setiap bulannya memiliki nama unik dan hal ini dipengaruhi oleh praktik budaya serta agama di seluruh dunia.
Nama-nama yang digunakan dalam almanak itu mengklaim Bulan memiliki asal-usul kuno dari suku-suku asli Amerika.
Bulan Purnama 22 Agustus adalah yang ketiga dari empat bulan purnama yang jatuh antara titik balik Matahari Juni dan ekuinoks September, yang berarti bahwa itu adalah Bulan biru (blue moon).
Penggunaan istilah ini diciptakan oleh Maine Farmers' Almanac pada 1930-an sebagai bagian dari upayanya untuk menciptakan kembali kalender penduduk asli Amerika.
Mengikuti praktik sejarah, almanak membagi tahun menjadi empat musim, dipisahkan oleh ekuinoks dan solstis Matahari.
Namun, setiap 2,8 tahun sekali, salah satu musim akan memiliki empat Bulan Purnama, bukan tiga Bulan Purnama seperti biasanya.
Nama Bulan biru diberikan kepada Bulan ketiga dari empat Bulan purnama tersebut.
Meski begitu, secara umum dan luas, Bulan Purnama Agustus disebut sebagai Sturgeon Moon karena meningkatnya jumlah ikan air tawar bernama sturgeon.
Nama lain untuk Bulan Purnama ini mencakup Grain Moon, Green Corn Moon, Fruit Moon, dan Barley Moon, semuanya terinspirasi dari berbagai tanaman yang bisa dipanen pada Agustus.
Tag
Berita Terkait
-
Deretan Fenomena Langit Juli 2021, Ada Buck Moon dan Hujan Meteor
-
Alasan Mengapa Supermoon Terakhir di Tahun 2021 Disebut Strawberry Moon
-
Strawberry Moon 25 Juni, Supermoon Terakhir pada 2021
-
Puncak Hujan Meteor Arietid Bisa Disaksikan Mata Telanjang pada 7 Juni 2021
-
Ini Kandungan Logam Meteor yang Melintas di Atas Merapi
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung