Suara.com - Saturnus akan bersinar di langit malam pada hari ini, Senin (2/8/2021), sebagai bagian dari fenomena langit yang disebut oposisi.
Oposisi planet merupakan kesejajaran ketika Matahari, Bumi, dan planet tersebut membentuk garis lurus. Pengamat di Bumi dapat melihat Saturnus.
Menurut In The Sky, Saturnus akan mulai terlihat mulai pukul 18:33 WIB ketika planet bercincin itu naik ke ketinggian 9 derajat di atas ufuk timur. Pengamat dapat menemukan Saturnus di konstelasi Capricornus.
Saturnus akan mencapai titik tertinggi di langit pada pukul 23:57 WIB dengan ketinggian 77 derajat di atas cakrawala selatan.
Planet itu tidak akan terlihat sekitar pukul 05:21 WIB ketika tenggelam di cakrawala barat.
Dalam kesempatan ini, pengamat juga dapat melihat cincin Saturnus.
Tahun ini, belahan utara Saturnus akan miring ke arah Bumi pada kemiringan, memungkinkan pengamat melihat cincin Saturnus yang miring pada sudut 18 derajat.
Sudut tersebut juga memungkinkan sinar Matahari untuk memantulkan cahaya yang menerangi cincin es.
Selain itu, pengamat pun dapat melihat Titan, bulan terbesar Saturnus.
Baca Juga: Viral! Bulan dan Matahari Merah, Ini Penyebabnya
"Dengan menggunakan teleskop kecil, melihat Titan sebenarnya cukup mudah. Jika Anda melihatnya, Anda mungkin menemukan benda seperti bintang kecil tepat di sebelah Saturnus," kata Phil Plait, seorang astronom, dikutip dari Space.com, Senin (2/8/2021).
Fisikawan partikel di Universitas Princeton, Carlos Blanco, merekomendasikan untuk melihat Saturnus dengan teleskop yang menawarkan bidang pandang sempit dan pembesaran tinggi.
"Untuk melihat planet dengan baik, kita harus memiliki ruang lingkup sedemikian rupa sehingga gambar yang kita lihat di jendela bidik kira-kira sebesar planet," ucap Blanco.
Dengan kata lain, dia menambahkan, lingkaran yang dibuat pengamat harus sangat rapat di sekitar titik cahaya itu.
"Secara kasar, semakin tinggi kekuatan perbesaran teleskop, semakin kecil bidang pandang, dan sebaliknya," ujarnya.
Blanco merekomendasikan untuk menggunakan teleskop Dobsonian 8 inci.
Namun, jika pengamat tidak memiliki teleskop, pengamat dapat melihat Saturnus di langit malam dengan mata telanjang.
Plait mengatakan untuk menemukan titik paling terang di langit malam.
Titik terang itu adalah Jupiter dan Saturnus akan menjadi titik paling terang berikutnya di langit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya