Suara.com - Twitter menghentikan perluasan program verifikasinya, dengan mengatakan bahwa ia perlu mengerjakan aplikasi dan proses peninjauan yang memungkinkan orang masuk ke klub tanda centang biru.
Twitter tidak akan membiarkan orang baru mengajukan permohonan verifikasi.
Kondisi ini terjadi setelah Twitter mengakui bahwa memberikan centang biru kepada beberapa akun palsu atau salah diverifikasi.
Jika kamu baru saja mengajukan permohonan verifikasi, ada kemungkinan akan mendapatkannya.
Twitter Verified mengatakan bahwa masih akan meninjau aplikasi yang ada, jadi pembekuan hanya mencegah orang baru untuk dapat mendaftar.
Dengan kata lain, jika mengajukan sebelumnya, pimpinan Twitter mengatakan kamu masih bisa.
Twitter belum mengindikasikan bahwa mereka akan membuat perubahan pada kriteria yang digunakannya untuk menganggap akun dapat diverifikasi atau tidak.
Seorang juru bicara Twitter mengatakan bahwa akan melanjutkan peluncuran aplikasi dalam beberapa minggu ke depan.
Dilansir dari The Verge, Senin (16/8/2021), ini bukan pertama kalinya Twitter menghentikan program verifikasinya.
Baca Juga: Dituduh Hina Orang Indonesia, Youtuber Sunny Dahye Jadi Trending Topic Twitter
Pada 2017, setelah mendapat reaksi keras karena memverifikasi salah satu penyelenggara di balik reli Unite The Right di Charlottesville.
Itu membawa kembali versi yang dirubah pada 2021 dan menjedanya seminggu kemudian karena banyaknya permintaan.
Masalah awal yang dialami Twitter dengan program Terverifikasinya berbicara tentang kesulitan yang dapat muncul dengan mengeluarkan lencana yang terkadang dianggap oleh pengguna sebagai dukungan.
Twitter mengatakan bahwa tujuan dari centang biru adalah untuk menunjukkan bahwa sebuah akun adalah "asli, terkenal, dan aktif,".
Tapi, kriteria tersebut dapat berakhir dengan kontroversi ketika orang-orang yang bisa dibilang terkenal ditolak aplikasi mereka.
Berita Terkait
-
Update! Twitter Ubah Jenis Font dan Desain
-
Cara Pakai Twibbon Hari Kemerdekaan 2021 di Instagram dan Profile Picture WhatsApp
-
Ogah Repot, Bapak Ini Sablon Sertifikat Vaksin Covid-19 di Kaosnya
-
Mahasiswa UI Dituding Dapat Proyek Miliaran Usai Kritik Jokowi The King of Lip Service
-
Dikritik Pasca Kena COVID-19, Keanu Agl Minta Maaf: Jujur Aku Bercanda
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation