Suara.com - Para peneliti menemukan lubang misterius yang berisi tulang manusia dan hewan di Arab Saudi.
Lubang tersebut merupakan sistem saluran lava di bawah bidang vulkanik Harrat Khaybar.
Disebut Umm Jirsan, lubang itu membentang sejauh 1,5 kilometer dan menjadikannya tabung lava terpanjang yang ditemukan di Arabia.
Sebuah studi baru, para peneliti menemukan ratusan ribu tulang milik setidaknya 14 jenis hewan berbeda, seperti sapi, kuda, unta, dan tikus. Di antaranya juga ditemukan tulang manusia.
"Tabung lava ini penuh sesak dengan ratusan ribu sisa-sisa hewan yang diawetkan. Namun, alasan pasti mengapa tulang-tulang itu ada di sini belum diketahui," kata Mathew Stewart dari Institut Max Planck untuk Ekologi Kimia, dikutip dari Science Alert, Selasa (17/8/2021).
Namun, para ahli berpendapat kumpulan tulang ini kemungkinan besar dikumpulkan oleh hyena belang, yang sisa kerangkanya juga ditemukan di dalam lubang, bersama dengan kotoran fosil hewan tersebut.
"Makhluk-makhluk ini adalah pengumpul tulang yang rajin. Mereka mengangkutnya ke sarang untuk dikonsumsi atau disimpan," tambah Stewart.
Kerangka di Umm Jirsan ini telah terakumulasi selama 7.000 tahun terakhir, membuktikan kondisi yang sangat baik untuk pengawetan tulang di dalam tabung lava.
Meskipun ada kemungkinan hewan lain yang mengumpulkan tulang, seperti rubah atau serigala, tetapi perhitungan bobot hewan lebih mengarah pada hyena.
Baca Juga: Bukan Wuhan, Penelitian Terbaru Sebut Covid-19 Pertama Kali Muncul di Italia
Selain itu, banyak tanda pada tulang yang menunjukkan hyena menggerogoti korbannya.
Terkait dengan penemuan tulang manusia, para ahli masih belum dapat menjelaskannya.
Meskipun masih banyak yang belum diketahui tentang Umm Jirsan, para peneliti berharap lubang mengerikan ini dapat berfungsi sebagai kapsul waktu untuk menjelaskan paleoekologi dan prasejarah Arab kuno.
Berita Terkait
-
Peneliti UGM Modifikasi Nyamuk, Kasus DBD Turun Hingga 77 Persen
-
Manfaatkan Material Lokal, Reaktor Nuklir Generasi Keempat Berhasil Diciptakan
-
November 2019, Tiga Peneliti Lab Wuhan Dirawat di Rumah Sakit, Covid-19?
-
Ada Dua Teori Asal Usul Virus Corona, Peneliti Serukan Penyelidikan
-
Satu Lagi! Peneliti AI Kedua Dipecat Google
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan