Suara.com - Penelitian dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology mengungkapkan, penemuan bakteri yang mampu menghancurkan minyak mentah dan bahan bakar diesel di perairan Kutub Utara.
Penemuan ini dapat menawarkan cara potensial untuk membantu membersihkan tumpahan minyak dan kecelakaan lingkungan lainnya.
Para peneliti dari University of Calgary di Kanada menemukan bakteri tersebut di sepanjang pantai Laut Labrador.
Dalam uji laboratorium, tim ahli menyimulasikan tumpahan minyak dalam botol dengan menggabungkan sedimen dari atas dasar laut, air laut buatan, dan solar atau minyak mentah.
Untuk meniru kondisi Laut Labrador, air didinginkan hingga suhu 4 derajat Celcius.
Hasil mengungkapkan sejumlah genus bakteri berbeda yang menunjukkan potensi biodegradasi hidrokarbon, termasuk Paraperlucidibaca, Cycloclasticus, dan Zhongshania.
Bakteri ini ditemukan dapat membantu memecah konsentrasi rendah dari solar dan minyak mentah.
Namun, pada konsentrasi yang lebih tinggi, hanya sebagian solar yang mampu dipecah.
Ini menunjukkan bahwa bakteri dipengaruhi oleh toksisitas minyak mentah yang tidak dimurnikan.
Baca Juga: Infeksi Covid-19 Bisa Berpengaruh Pada Sistem Saraf
Para ahli juga menemukan kemampuan penghancur dari bakteri akan meningkat jika bakteri mendapat asupan nutrisi seperti nitrogen dan fosfor.
"Temuan ini berpotensi membantu meningkatkan upaya di masa depan untuk membersihkan tumpahan minyak di laut Arktik," kata Casey Hubert, rekan penulis studi dan Associate Professor Geomicrobiology di University of Calgary, dikutip dari IFL Science, Rabu (18/8/2021).
Perubahan iklim yang terus mencairkan es laut, membuat kegiatan industri dan pelayaran laut semakin mudah karena tidak adanya lapisan es.
Namun, itu akan meningkatkan risiko tumpahan minyak dan solar.
Para ahli berpendapat, sangat penting untuk memahami bagaimana cara mikrobioma laut Arktik akan merespons jika ada tumpahan minyak atau bahan bakar.
Berita Terkait
-
Jangan Khawatir! Penelitian Ini Ungkap Keamanan Vaksin Covid-19 bagi Ibu Hamil
-
DUh, CDC Temukan Dua Kasus Meninggal Akibat Bakteri Langka Misterius
-
Jangan Pakai Odol Banyak-banyak, Dokter Zaidul Akbar Ungkap Penyebabnya
-
Jupiter Alami Krisis Energi Misterius, Ilmuwan Ungkap Penyebabnya
-
Ilmuwan Ungkap Penyebab Peredupan Misterius Bintang Raksasa Betelgeuse
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Rp2 Jutaan dapat Tablet Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Multitasking
-
Jam Berapa Bisa Melihat Hujan Meteor Arietid 10 Juni 2026? Ini Waktu Terbaik Mengamatinya
-
Daftar Lengkap iPhone yang Terima Update iOS 27 dari Apple
-
5 HP Baru Keluaran Juni 2026, Midrange Makin Mirip Flagship
-
62 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Juni 2026: Peluang Dapat HP Gratis dan Jersey Pildun
-
7 Smartwatch dengan NFC 2026, Praktis untuk Pembayaran Digital dan Aktivitas Harian
-
6 Earphone Murah dengan Suara Jernih dan Baterai Awet di Erafone
-
Apa HP Oppo Terbaru? Ini 5 Pilihan Paling Murah hingga Flagship Premium
-
Dobrak Standar Industri, iQOO Neo 12 Bakal Usung Layar dengan Refresh Rate 185 Hz
-
Harga Tablet Xiaomi, Redmi, dan POCO Juni 2026: Dari Kelas Entry hingga Flagship