Suara.com - Google menghapus beberapa aplikasi terkait cryptocurrency (mata uang kripto) dari Google Play Store, setelah ditetapkan sebagai aplikasi berbahaya oleh TrendMicro.
Mereka mempromosikan diri sebagai aplikasi penambangan cryptocurrency yang dapat membantu pengguna menghasilkan keuntungan besar dengan berinvestasi dalam bisnis penambangan cloud.
Pengguna diiming-imingi akan menerima jumlah cryptocurrency tertentu.
Setelah diinstal, aplikasi hanya menampilkan iklan dan menipu pengguna untuk membayar 15 dolar AS atau sekitar Rp 215 ribuan per bulan untuk layanan berlangganan dan meningkatkan kemampuan penambangan yang palsu.
Intinya adalah bahwa tidak satu pun dari aplikasi ini yang mengembalikan sesuatu yang berharga kepada pengguna.
Dilansir dari Phone Arena, Rabu (25/8/2021), berikut delapan aplikasi yang tidak lagi tersedia di Google Play Store, antara lain:
- BitFunds – Penambangan Awan Kripto
- Bitcoin Miner – Penambangan Awan
- Bitcoin (BTC) – Dompet Cloud Penambangan Pool
- Crypto Holic – Penambangan Awan Bitcoin
- Daily Bitcoin Rewards – Sistem Penambangan Berbasis Cloud
- Bitcoin 2021
- MineBit Pro - Penambangan Awan Crypto & penambang btc
- Ethereum (ETH) - Pool Mining Cloud
Hanya karena aplikasi telah dihapus dari etalase aplikasi Android Google, tidak berarti Anda keluar dari masalah jika telah menginstal satu atau lebih aplikasi ini di ponsel.
Jika sudah, Anda harus segera menghapusnya dari handset. Beberapa aplikasi ini, Crypto Holic – Bitcoin Cloud Mining dan Daily Bitcoin Rewards – Cloud Based Mining, merupakan aplikasi berbayar dengan harga masing-masing 12,99 dolar AS (Rp 186 ribuan) dan 5,99 dolar AS (Rp 86 ribuan).
Salah satu aplikasi, dapat menghindari pengawasan sebelumnya dengan mengklaim bahwa itu hanya permainan yang dirancang untuk mendidik orang tentang cryptocurrency dan bahwa mata uang nyata tidak digunakan.
Baca Juga: Hacker Jepang Curi Aset Mata Uang Kripto Sebesar Rp 1,4 Triliun
Akibatnya, pengembang menulis bahwa aplikasinya tidak harus melakukan pembayaran cryptocurrency kepada pengguna.
Sejumlah besar aplikasi serupa tetap ada di dalam Play Store. Data Trend Micro Mobile App Reputation Service (MARS) mengungkapkan bahwa lebih dari 120 aplikasi cryptocurrency palsu masih online.
Aplikasi ini sama sekali tidak memiliki kemampuan menambang cryptocurrency dan menipu pengguna untuk menonton iklan.
Dari delapan aplikasi yang dihapus dari Play Store oleh Google, satu, BitFunds – Crypto Cloud Mining, telah diunduh lebih dari 100.000 kali.
Laporan TrendMicro juga mencatat bahwa pengguna diminta untuk mengklik iklan, alih-alih diminta membayar lebih banyak daya komputasi yang dibutuhkan untuk menambang.
Dua aplikasi, Bitcoin (BTC) – Pool Mining Cloud Wallet dan Bitcoin 2021 memiliki atribut berbahaya berikut:
Berita Terkait
-
Wamendag Tegaskan Kripto Sebagai Komoditas, Bukan Alat Pembayaran
-
Transaksi Kripto di Indonesia Melonjak Tajam, Capai 478,5 Triliun di 2021
-
Ratusan Juta Aset Kripto Raib Gegara Putusan Hakim Sebut Tak Dilindungi Hukum
-
Hacker Jepang Curi Aset Mata Uang Kripto Sebesar Rp 1,4 Triliun
-
Pelanggan Kripto di Indonesia Naik Dua Kali Lipat Setahun, Transaksi Harian Rp2,3 Trilyun
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Terpopuler: Baterai Realme C100i Awet 6 Tahun, Top 3 HP Kamera Terbaik Harga Rp2 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP Baterai Jumbo dengan Fitur Reverse Charging, Bisa Jadi Powerbank
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia