Data yang bocor tersebut antara lain nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor paspor, data dan hasil tes Covid-19, data dan nomor telepon rumah sakit.
Sedangkan untuk pengguna warga Indonesia, data yang bocor diperkirakan berupa nama lengkap, nomor KTP, tanggal lahir, kewarganegaraan, pekerjaan, dan foto.
Para peneliti juga menemukan data 226 rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia, serta nama orang yang bertanggung jawab menguji setiap pelancong.
Peneliti juga menemukan kebocoran data dokter yang menjalankan tes, dan informasi tentang berapa banyak tes yang dilakukan setiap hari.
Data yang bocor bahkan memiliki informasi pribadi mengenai orang tua atau kerabat para pelancong serta detail hotel tempat mereka menginap.
Bahkan data anggota staf eHAC yang berisi nama, nomor KTP, nama akun, alamat email, dan kata sandi juga dilaporkan bocor.
"Seandainya data ditemukan oleh peretas jahat atau kriminal, dan dibiarkan mengakumulasi data pada lebih banyak orang, efeknya bisa menghancurkan pada tingkat individu dan masyarakat," imbau para peneliti.
"Sejumlah besar data yang dikumpulkan dan diekspos untuk setiap individu yang menggunakan eHAC membuat mereka sangat rentan terhadap berbagai serangan dan penipuan." tegasnya.
Para peneliti juga memperingatkan jika data tersebut bisa digunakan oleh pelaku kejahatan siber dalam kampanye phishing melalui email, teks, atau panggilan telepon.
Baca Juga: Rekor! 338 Warga Banten Positif Covid-19 Meninggal Dunia Dalam 1 Hari
Data 1,3 juta pengguna yang bocor tersebut juga dikhawatirkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku untuk berpura-pura sebagai pejabat kesehatan dan melakukan penipuan.
Lebih parahnya lagi, pelaku peretas juga dapat mengubah data yang ada di aplikasi eHAC, sehingga berpotensi menghambat penanganan Covid-19.
Para peneliti mengimbau kepada pengembang eHAC untuk lebih memberikan jaminan keamanan server, menerapkan aturan akses yang tepat, dan memastikan untuk tidak meninggalkan sistem yang terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Rp3 Juta dapat Samsung Tipe Apa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Menurut Review 2026
-
Gameplay God of War Laufey Terungkap: Grafis Menawan, Istri Kratos Lebih Lincah
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 17T: Telefoto Lebih Ciamik, Performa Kencang
-
3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
-
Saingi Honor dan Redmi, Oppo Siapkan HP Midrange Baterai 10.000 mAh
-
Daftar Harga Xiaomi TV S Mini LED 2026: Smart TV Premium Layar Jumbo Berfitur Menarik
-
Hisense Mini-LED U7SE 144 Hz Debut: Harga Mulai Rp11 Jutaan, Layar hingga 100 Inci
-
3 Pilihan HP Redmi Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok untuk Gaming Ringan hingga Multitasking
-
2 Kacamata Pintar Acer Bisa Terhubung ke Android dan iOS, Hadirkan 'Layar' 172 Inci
-
Budget Rp1 Jutaan Dapat Tablet Apa? Cek 5 Pilihan dengan Spek Gahar, Baterai Badak Kuat Seharian