- TheoTown, game simulasi kota yang dirilis 2015, viral kembali awal 2026 terutama karena popularitas di kalangan gamer Indonesia.
- Dikembangkan oleh Lobby Divinus, game ini menawarkan pembangunan kota mendalam dengan spesifikasi ringan, tersedia di berbagai platform.
- Gamer Indonesia kini memanfaatkan TheoTown sebagai medium kritik sosial dan satire kebijakan publik melalui simulasi pembangunan kota.
Suara.com - TheoTown menjadi game viral di media sosial dalam dua minggu terakhir. Tentu netizen cukup penasaran mengenai apa itu TheoTown dan mengapa permainan lawas ini semakin populer.
Sebagai informasi, TheoTown awalnya merupakan game mobile yang meluncur pada 2015.
TheoTown atau Kota Theo lantas tersedia di PC (Steam), Linux, mac OS dan iOS pada 2019.
Meski merupakan game lawas, TheoTown kembali trending pada awal 2026, terutama karena gamer Indonesia.
Postingan yang membahas game ini viral menjadi FYP di TikTok dalam beberapa hari terakhir.
Tak hanya itu, TheoTown turut diperbincangkan di Facebook, X, dan Instagram.
Gamer Indonesia nampak memakai TheoTown sebagai media satire dan kritik sosial terhadap kebijakan pemerintah.
Referensi tambahan, gamer bakal berperan sebagai wali kota atau pemimpin daerah untuk mengelola satu wilayah hingga mengembangkan beberapa kota.
Pemain terlihat membagikan tangkapan layar ketika mereka membuat rakyat marah karena menaikkan pajak. Ada pula postingan yang menampilkan kesenjangan ekonomi pada sebuah kota.
Baca Juga: Game GTA 6 Belum Sepenuhnya Selesai, Siap Hadirkan Peta Lebih Besar
Apa Itu TheoTown?
Mengutip platform Steam, TheoTown merupakan game simulasi kota berukuran ringan dengan spesifikasi minimal berupa Intel Pentium dan RAM 1 GB.
Permainan versi mobile di Android dan iOS juga tak membutuhkan spek tinggi.
"TheoTown menawarkan pengalaman membangun kota yang mendalam di mana Anda dapat membangun dan mengawasi metropolis Anda sendiri. Ambil peran sebagai pembangun kota yang terampil dan mulailah mengelola beberapa kota secara bersamaan. Dari awal yang sederhana, kembangkan kota Anda menjadi metropolis yang luas dan megah. Sebagai wali kota, Anda memiliki kekuatan untuk membentuk cakrawala dan struktur yang mencerminkan berbagai statistik. Buat jaringan transportasi yang rumit untuk memfasilitasi mobilitas yang lancar bagi warga Anda," bunyi keterangan pada laman resmi game.
TheoTown dikembangkan oleh Lobby Divinus dan diterbitkan oleh publisher Jerman Blueflower.
Gamer makin antusias mencoba permainan tersebut usai streamer populer Windah Basudara ikut berpartisipasi.
Permainan simulasi ini sekarang menjadi sarana satire dan kritik sosial yang unik.
Meski berbasis grafis pixel art ringan, kedalaman mekaniknya memungkinkan pemain mereplikasi isu kebijakan publik yang nyata, seperti kenaikan pajak hingga tata kota yang timpang.
Berkat dukungan plugin aset lokal (seperti Gedung DPR, angkot, hingga minimarket) pemain menggunakan game sebagai "laboratorium digital" untuk menyindir realitas politik dan sosial di media sosial melalui simulasi protes warga maupun kegagalan infrastruktur.
Salah satu postingan menampilkan player membuat simulasi kota yang macet parah atau daerah kumuh berdampingan dengan gedung mewah. Itu sebagai sindiran terhadap ketimpangan sosial.
Game TheoTown menuai beragam komentar dari netizen.
"Contoh melihat rakyat dalam bentuk angka bukan manusia," tulis @Un**eP*ci.
"Gue adalah gambaran pemerintah Indonesia ketika main TheoTown, ada masalah, gusur, apa itu memperbaiki infrastruktur," sindir @su**sk.
"Worst scenario: jangan-jangan mayoritas playernya emang pejabat," ungkap @Laz**mpero***66.
Berita Terkait
-
Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!
-
Detektif Jubun Bongkar Rahasia Gelap Money Game Syariah: Waspada Riba Berkedok Surga
-
Game Lawas tapi Laris, Penjualan Forza Horizon 5 Tembus 5 Juta Kopi di PS5
-
Mantan Sutradara Assassin's Creed: Tim Kecil Bakal Jadi Masa Depan Game AAA
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
29 Kode Redeem FF 27 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Inkubator 3-in-1
-
Terpopuler: 5 Pilihan Merek HP Awet, Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia
-
Trending di Steam, Sea of Remnants Bakal Menjadi Game RPG Gratis Tahun Ini
-
67 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Februari: Sikat Skin Trogon dan Mythos Fist
-
350 Kg Sampah Elektronik Dikumpulkan, LG Gaungkan Gerakan Daur Ulang E-Waste di Indonesia
-
Menanti THR MLBB 2026: Ini Hadiah dan Potensi Skin Gratisnya
-
Samsung Galaxy Buds4 Pro Resmi, Ini Harga dan Spesifikasi Earbuds ANC 24-bit di Indonesia
-
Game Silent Hill: Townfall Hadirkan Horor First-Person yang Mencekam di 2026
-
Trailer Anyar Film Mortal Combat 2 Beredar, Johnny Cage Bergabung ke Pertarungan
-
3 HP Motorola dapat Update Android 17 Beta: Ada Lini HP Murah, Hadirkan Fitur Baru