Kabel ini dilengkapi dengan repeater untuk meningkatkan sinyal optik, dengan jarak sekitar 50-150 km.
Repeater ini rentan terhadap arus geomagnetik dan seluruh kabel bisa tidak berfungsi jika satu repeater offline.
Jika banyak kabel bawah laut yang terdampak, maka seluruh benua dapat terputus satu sama lain.
Terlebih negara-negara di garis lintang tinggi seperti Amerika dan Inggris yang jauh lebih rentan terhadap cuaca Matahari.
Jika terjadi badai geomagnetik yang dahsyat, negara-negara yang berada di garis lintang tinggi kemungkinan besar akan terputus jaringan terlebih dahulu.
Menurut para ahli, sulit memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur bawah laut.
Tapi Abdu Jyothi menunjukkan bahwa pemadaman internet skala besar yang berlangsung beberapa minggu atau bulan terakhir mungkin terjadi.
Dilansir dari Live Science, Selasa (7/9/2021), di sisi lain jutaan orang juga bisa kehilangan mata pencaharian jika jaringan tidak berfungsi selama berbulan-bulan.
Tim ilmuwan menambahkan bahwa operator jaringan harus mulai menganggap serius ancaman cuaca Matahari yang ekstrem karena infrastruktur internet global terus berkembang.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Patung Berhala Mati Berusia 1.600 Tahun
Abdu Jyothi menyarankan untuk meletakkan lebih banyak kabel di garis lintang yang lebih rendah dan mengembangkan tes ketahanan yang berfokus pada efek kegagalan jaringan skala besar.
Berita Terkait
-
Ilmuwan Temukan Pulau Paling Dekat dengan Kutub Utara
-
Tahun Depan Indonesia Bisa Bebas Pandemi Covid-19? Begini Kata Ilmuwan
-
Perhitungan Ilmuwan, Butuh Satu Tahun Lagi untuk Indonesia Keluar dari Masa Pandemi
-
Ilmuwan Pantau Varian Baru Virus Corona, Tingkat Mutasinya Sangat Tinggi
-
Layanan Internet 5G di Indonesia Akan Berkembang dalam 5 Tahun ke Depan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Tepis Isu Dibawa ke Jawa, ESDM Tegaskan Gas Blok Andaman Prioritas untuk Aceh
-
Viral Video Siswa MTsN 4 Bondowoso Buang MBG ke Gerobak, Kepsek Beri Penjelasan Utuh
-
Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Apa Saja Manfaatnya?
-
Biaya Perang AS vs Iran Beberapa Bulan Tembus Rp 670 Triliun, untuk Bayar Apa Saja?
-
TNI AD Tegaskan Babinsa Tak Punya Wewenang Awasi Wajib Pajak, Publik Diminta Tak Resah
-
Posisi Duduk di Sidang Kabinet Disorot, Gerindra Bantah Isu Prabowo-Gibran Retak
-
Eksekusi Cambuk di Simeulue, Dua Terhukum Jalani Hukuman di Depan Umum
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
5 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB yang Sudah Support NFC, Mulai Rp1 Jutaan
-
Perbaikan Kualitas Aset Perkuat Keyakinan JPMorgan terhadap BBRI