Kemampuan tersebut membuat ASUS OLED dapat menampilkan visual dengan warna yang lebih kaya dan detail lebih baik.
Setiap laptop berteknologi layar ASUS OLED telah dikalibrasi sejak awal sehingga dapat menghasilkan warna sangat akurat.
ASUS OLED juga memiliki standar kalibrasi warna tinggi dan telah mendapatkan sertifikasi PANTONE Validated Display.
2. Lebih Aman untuk Kesehatan Mata
ASUS OLED memiliki fitur Eye Care yang dapat mengurangi tingkat paparan radiasi sinar biru pada layar hingga 70 persen.
Laptop berteknologi layar ASUS OLED akan lebih nyaman digunakan dan dapat lebih menjaga kesehatan mata penggunanya, khususnya pada anak-anak.
Fitur Eye Care tidak hanya dapat mengurangi radiasi sinar biru, tetapi juga mempertahankan kualitas reproduksi dan akurasi warnanya.
Menggeser spektrum biru, ASUS OLED dapat menekan paparan radiasi sinar biru tanpa mengurangi kualitas dan akurasi warnanya.
Metode tersebut juga telah mendapatkan sertifikasi Low Blue Light dan Flicker Free dari TÜV Rheinland.
Baca Juga: Asus ExpertBook B5 Flip Dirilis di Indonesia, Harga Mulai Rp 15,7 Juta
3. Tampilan Tetap Jernih Meski Pada Tingkat Kecerahan yang Rendah
Saat menurunkan tingkat kecerahan, akurasi warna pada layar seringkali akan menurun.
Hal tersebut dikarenakan sebagian besar laptop menggunakan 2D color gamut sebagai referensi.
Berbeda dengan layar laptop pada umumnya, ASUS OLED menggunakan 3D color gamut sebagai referensi.
3D color gamut menambahkan faktor iluminasi untuk mengukur color volume secara keseluruhan.
ASUS OLED memiliki color volume 60 persen lebih besar dibandingkan dengan layar laptop pada umumnya.
Berkat color volume yang lebih besar, laptop dengan ASUS OLED dapat menghadirkan tingkat reproduksi warna yang sangat tinggi pada rentang tingkat kecerahan lebih luas.
Teknologi ini tetap mampu menampilkan warna dengan jelas, kaya, serta akurat pada tingkat kecerahan rendah.
Seperti diketahui, layar laptop pada umumnya hanya mampu mereproduksi warna sebesar 11 persen.
4. Detail Warna dan Visual Terbaik
Berbeda dengan layar laptop pada umumnya yang masih menggunakan panel backlight, ASUS OLED terdiri dari jutaan lampu LED berukuran sangat kecil.
Setiap LED dapat dimatikan secara sepenuhnya sehingga mampu menghasilkan warna hitam sempurna dan memiliki kontras warna yang sangat tinggi.
ASUS OLED hadir dengan rasio kontras hingga 1.000.000:1, sehingga pengguna dapat menikmati setiap detail warna dengan jelas.
Teknologi ini telah mengantongi sertifikasi DisplayHDR 500 True Black dari VESA.
Artinya, pengguna dapat menikmati beragam konten multimedia yang disajikan dengan format HDR secara sempurna.
Pengalaman visual terbaik hanya bisa didapatkan melalui laptop yang telah menggunakan teknologi layar ASUS OLED.
5. Visual Lebih Jelas Tanpa Efek Blur
ASUS OLED dilengkapi dengan response time yang sangat kencang hingga 0,2ms atau 50 kali lebih kencang dari layar laptop pada umumnya.
Response time lebih kencang, memungkinkan tampilan visual dengan gerak cepat dapat dihadirkan secara lebih tajam dengan detail tinggi.
Kamu tidak akan lagi melewatkan berbagai detail dari film action serta tidak lagi kesulitan membaca teks berjalan.
Pasalnya, ASUS OLED mampu menampilkannya dengan sangat baik tanpa efek blur.
Jajaran Laptop ASUS berteknologi Layar ASUS OLED telah tersedia di Indonesia saat ini, mulai dari lini ZenBook hingga VivoBook.
Asus juga menghadirkan laptop dengan teknologi layar ASUS OLED paling terjangkau di Indonesia, yaitu VivoBook Ultra 15 OLED (K513) yang dibanderol dengan harga Rp 8.599.000.
"Inilah saatnya untuk beralih menggunakan teknologi layar ASUS OLED terbaru yang lebih nyaman dan aman untuk kesehatan," pungkas.
Berita Terkait
-
Asus Perkenalkan ZenBook 14X, Laptop Ringan dengan Layar OLED
-
Laptop Asus ROG Zephyrus G14 Alan Walker Special Edition Dirilis, Harga Rp 31 Juta
-
Rekomendasi Laptop 15 Inch Terbaik Agustus 2021 untuk Belajar Online
-
Asus ROG Phone 5 Ultimate Dirilis di Indonesia Akhir September
-
Usung RAM 18 GB, Ini Fitur-fitur Menarik Asus ROG Phone 5s
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya