Suara.com - Xiaomi sudah menyiapkan apresiasi untuk kontingen Indonesia dalam Paralimpiade Tokyo 2020.
Hal ini diberikan sebagai bentuk rasa bangga kepada para atlet yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
"Mereka memperlihatkan semangat tak kenal menyerah demi meraih prestasi terbaik bagi bangsa," ujar Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia dalam rilis yang diterima, Rabu (29/9/2021).
Menurutnya, hal ini sejalan dengan misi Xiaomi yang tidak kenal lelah dalam menghadirkan produk menakjubkan dengan harga sebenarnya.
Alvin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan apresiasi yang akan diberikan kepada kontingen Indonesia berupa produk dari Xiaomi.
Apresiasi ini diharapkan bisa memberikan kualitas hidup yang lebih baik melalui teknologi buatan produsen elektronik asal China tersebut.
"Apresiasi ini dimaksudkan sebagai wujud rasa bangga dari Xiaomi serta Xiaomi Fans terhadap prestasi yang diraih para atlet Indonesia di Paralimpiade 2020 Tokyo serta dunia olahraga Indonesia pada umumnya," tambah Alvin.
Indonesia berhasil meraih medali emas dalam ajang olahraga ini setelah Paralimpiade 1980 Arnhem atau 41 tahun kemudian.
Perolehan medali dalam Paralimpiade 2020 Tokyo secara keseluruhan merupakan hasil terbaik yang pernah dicapai dengan dua medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu.
Baca Juga: Xiaomi CIVI Diumumkan, Ponsel Baru Pengganti Seri CC
Senny Marbun selaku Ketua Umum Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI), turut berterima kasih kepada Xiaomi Indonesia atas apresiasi yang diberikan kepada kontingen Paralimpiade.
"Semoga penghargaan ini juga turut memberikan nilai tambah terhadap Xiaomi Indonesia sebagai entitas yang berkomitmen dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan menghormati asas kesetaraan," jelas Senny.
Berita Terkait
-
Xiaomi Bantah Sensor Komunikasi Pengguna Ponselnya
-
Menpora Apresiasi Media Group Beri Bonus Rp2 Miliar untuk Atlet Paralimpiade Tokyo 2020
-
Diduga Punya Sensor Khusus, Lithuania Sarankan Warganya Buang Ponsel Buatan China
-
Lithuania Sarankan Warga Buang Ponsel Buatan Xiaomi karena Punya Fitur Sensor
-
Keamanan Siber Lithuania Minta Warga Buang Ponsel China, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah