Suara.com - Salah satu tanaman hias yang sering dijumpai di halaman rumah yaitu tanaman cocor bebek. Mungkin di antara kamu masih ada yang penasaran, tanaman cocor bebek berkembang biak dengan cara apa? Yuk simak penjelasannya berikut ini.
Tanaman cocor beber atau Kalanchoe pinnata merupakan tanaman dari gen Kalanchoe. Cocor bebek sering dimanfaatkan banyak orang sebagai tanaman hias.
Cocor bebek ini mempunyai bentuk sangat khas. Selain itu, tanaman ini juga mempunyai ukuran daun yang tebal, berwarna hijau muda, memiliki batang yang lunak dan beruas, serta mengandung banyak air.
Cocor bebek mudah dijumpai di wilayah-wilayah beriklim tropis, seperti Hawaii, India, Indonesia, Thailand, dan berbagai wilayah lainnya.
Banyak yang tertarik merawat tanaman cocor bebek karena perawatannya yang mudah. Adapun beberapa jenie cocor bebek yang mudah ditemukan yakni cocor bebek besar, cocor bebek mini, dan cocor bebek berbunga.
Lantas, cocor bebek berkembang biak dengan cara apa? Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasannya berikut ini.
Cara Cocor Bebek Berkembang Biak
Diketahui, tanaman cocor bebek ini berkembang biak dengan cara tunas daun. Tanaman ini akan berkembang biak dengan cara menumbuhkan tunasnya yang ada di bagian tepi daun.
Cara berkembang biak cocor bebek ini dikenal dengan istilah tunas adventif, yaitu jenis perkembangbiakan tanaman dengan cara menumbuhkan tunas liar pada bagian luar batang.
Baca Juga: 7 Tanaman Hias Jenis Alocasia Paling Dicari Banyak Orang di Tahun 2021
Tunas adventif ini masuk dalam kategori perkembangbiakan tumbuhan vegetatif alami. Perkembangbiakan vegetatif alami ini salah satu cara tanaman berkembang biak dengan sendirinya tanpa melalui proses kawin.
Selain tanaman cocor bebek, ada juga tanaman lainnya yang berkembang biak vegetatif alami. Adapun tanaman tersebut yaitu: jahe, lengkuas, bawang, temulawak, kentang, singkong, ubi jalar, dan wortel.
Selain itu, ada beberapa tanaman lainnya juga yang berkembang biak vegetatif alami yaitu: bengkoang, bunga dahlia, stroberi, pohon pisang, rumput teki, pohon bambu, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Jadi, tanaman cocor bebek berkembang biak dengan cara tunas daun, yang mana tunas daun ini termasuk perkembangbiakan vegetatif alami. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca semuanya.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
26 Kode Redeem Free Fire Hari Ini, Peluang Emas Dapat Scar Shadow Weapon Royale
-
28 Kode Redeem FC Mobile 3 April 2026: Temukan Telur Paskah Berhadiah Permata dan Draft Gratis
-
Penemuan Canggih Ilmuwan China: Ubah Karbondioksida Jadi BBM Mirip Bensin
-
Call Of Duty: Black Ops 7 Jadi Game Gratis Waktu Terbatas, Hadirkan Banyak Peta
-
iQOO 15 Apex Edition Resmi Debut: Tampil Menawan dengan Desain Holografik, Mewah bak Marmer!
-
Motorola Edge 70 Fusion Bersiap ke Indonesia, Bakal Tantang POCO X8 Pro
-
BIZ Ultra 5G+ Punya Kecepatan hingga 500 Mbps dan Instant Roaming di Lebih dari 75 Negara
-
Detik-Detik Rudal Iran Meledak di Pemukiman Israel: Pertahanan Jebol, Serangan Masif
-
58 Kode Redeem FF Max Terbaru 3 April 2026: Klaim Scythe, Skin Angelic, dan Diamond
-
PP Tunas 2026: Bahaya Algoritma Media Sosial untuk Anak, Ini Alasan Regulasi Jadi Penting