Suara.com - YouTube mengumumkan untuk menghapus jumlah dislike atau tidak suka dalam video yang diunggah di platformnya.
Nantinya, jumlah dislike ini hanya bisa dilihat secara pribadi oleh kreator.
Meskipun jumlah dislike tidak ditampilkan, tapi pengguna masih bisa merespons video YouTube dengan tombol jempol ke bawah.
Jadi, mereka masih bisa menilai apakah video tersebut menarik atau tidak.
Kreator konten juga masih bisa melihat jumlah dislike lewat YouTube Studio, bersamaan dengan analitik lain terkait performa video mereka.
YouTube yakin perubahan ini bisa melindungi kreator dari pelecehan dan ancaman dari penonton terkait 'dislike attack'.
Ini adalah kampanye masif dari kelompok tertentu untuk menekan tombol dislike ke video yang diunggah kreator YouTube.
Perusahaan sebelumnya telah menjalankan eksperimen ini sejak awal tahun.
Tujuannya, mereka mau melihat apakah efek disembunyikannya jumlah dislike akan mengurangi serangan tersebut atau tidak.
Baca Juga: Download Lagu MP3 dengan MP3-NOW, Tanpa Aplikasi dan dengar Musik Offline Tanpa Internet
YouTube menjelaskan, jumlah dislike ternyata berpengaruh pada kesejahteraan kreator dan memotivasi kampanye masif terkait dislike attack.
Perusahaan juga mendapat masukan dari kreator kecil bahwa dislike attack ini lebih banyak menyasar mereka.
Selama uji coba, YouTube menemukan kalau klaim tersebut benar terjadi, di mana kreator kecil lebih banyak diserang ketimbang kreator populer.
"Kami secara proaktif membuat kebijakan ini lantaran YouTube memiliki tanggung jawab untuk melindungi kreator konten, khususnya kreator kecil, dari pelecehan dan dislike attack," kata juru bicara YouTube, dikutip dari Techcrunch, Kamis (11/11/2021).
Di sisi lain, dislike menandakan untuk evaluasi kreator terhadap video mereka.
Jumlah dislike ini turut menjadi perhatian bagi penonton lain apakah video tersebut clickbait, spam, atau misinformasi.
Berita Terkait
-
Gandeng Denny Caknan dan Younglex, Youtube Shorts Bawa Challenge Pertama dari Indonesia
-
Live Streaming di YouTube, Windah Basudara Tamatkan Mainan Jadul Ini
-
Pakai FLVTO, Download Lagu MP3 Tanpa Aplikasi, Langsung dari Browser
-
Ucapan Bibi Ardiansyah Dan Vanessa Angel di Konten Jadi Kenyataan, Denny Sumargo Kaget
-
Kim Jong Kook Jawab Tuduhan Pakai Obat Steroid Buat Doping
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Tak Hanya Asus, Lenovo Juga Kenalkan Laptop Tipis Pesaing MacBook Neo
-
HP Midrange Honor Bawa Baterai 12.000 mAh dan Chip Anyar Dimensity, Performa Kencang
-
Vivo Y500 Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Midrange Anyar dengan Baterai Jumbo
-
GoRide Hemat Siap Dihapus Gojek, Ini Alasan GoTo Hentikan Skema Langganan Driver
-
Nintendo Segera Rilis Pictonico, Game Mobile 'Absurd' yang Butuh Foto Selfie
-
Bocoran Harga Realme 16T Beredar: Siap ke Indonesia, Baterai 8.000 mAh Tahan 3 Hari
-
Samsung Galaxy A27 dan Galaxy M47 Kompak Pakai Snapdragon, Tradisi Exynos Hilang?
-
Virtuos Tertarik Hadirkan Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 di Nintendo Switch
-
Asus Rilis Pesaing MacBook Neo dan Lini Laptop Gaming, Tawarkan Layar Lebih Baik
-
5 HP Android dengan Fitur Video Sinematik Alternatif iPhone: Resolusi Tinggi, Bokeh Rapi