Suara.com - Tahukah kalian bahwa meskipun hidup di laut lumba-lumba tidak punya insang? Lalu Lumba-lumba bernapas dengan memakai organ apa?
Sistem pernapasan lumba-lumba terbilang unik. Mereka memiliki lubang di atas kepalanya yang berfungsi seperti hidung, atau disebut blowhole. Bagaimana lumba-lumba bernapas dengan blowhole mereka?
Cara Lumba-lumba Bernapas dengan Blowhole
Lumba-lumba adalah mamalia laut, dan sama seperti mamalia darat, mereka membutuhkan udara untuk bernapas. Tidak seperti ikan, yang merupakan hewan non-mamalia, lumba-lumba tidak memiliki insang (insang memungkinkan ikan untuk mengekstrak oksigen dari air), sehingga mereka harus muncul ke permukaan air untuk bernapas.
Sementara lumba-lumba menghirup udara seperti mamalia lainnya, mereka juga bernapas secara unik untuk sebagian besar spesies mamalia. Dialihbahasakan dari whalefacts.org, agar lumba-lumba dapat menghirup dan menghembuskan napas, mereka harus bernapas melalui blowhole, bukan mulut mereka.
Ini karena ada perbedaan besar antara lumba-lumba dan mamalia darat, yaitu lumba-lumba hidup secara eksklusif di laut. Untuk memaksimalkan kelangsungan hidup mereka dan membuat hidup lebih mudah, mereka memiliki lubang terpisah untuk bernapas dan makan.
Jadi sementara manusia dan sebagian besar mamalia darat dapat bernapas dan makan melalui mulut mereka, lumba-lumba hanya bisa bernapas melalui blowhole. Lumba-lumba tidak dapat bernapas melalui mulutnya.
Lumba-lumba Tidak Punya Pita Suara
Lumba-lumba bahkan tidak memiliki pita suara. Ini sangat penting karena beberapa alasan. Salah satunya terkait cara lumba-lumba bernapas yang unik itu. Simak penjelasannya berikut ini.
Baca Juga: Proses Pernapasan pada Manusia dan Organ yang Bekerja
Pertama, ketika lumba-lumba menyelam di bawah air, mereka harus benar-benar menahan napas. Untuk mencegah lumba-lumba secara tidak sengaja menyedot air saat berburu dan memakan mangsa, kerongkongan lumba-lumba tetap terpisah dari lubang hidung dan paru-parunya (saluran udara), terhubung ke blowhole-nya.
Jika saluran udara lumba-lumba terhubung ke mulutnya dan secara tidak sengaja menghirup air saat berburu makanan di bawah air, ada kemungkinan paru-paru lumba-lumba akan penuh dengan air dan mereka jadi tenggelam. Jadi secara teori, saluran udara lumba-lumba tidak boleh terhubung ke mulut lumba-lumba. Otot-otot di sekitar blowhole lumba-lumba mencegah lumba-lumba secara tidak sengaja mengambil air yang tidak diinginkan.
Kedua, lumba-lumba bernapas dengan blowhole di bagian atas kepalanya membuat lumba-lumba dapat beristirahat di permukaan air tanpa harus mengangkat kepalanya.Blowhole ini membuatnya lebih mudah mendapatkan oksigen yang mereka butuhkan dengan tidak perlu memunculkan diri seluruhnya ke permukaan air.
Lumba-lumba dikenal sebagai nafas sadar, yang berarti mereka tidak pernah benar-benar tertidur karena jika mereka melakukannya, mereka mungkin tenggelam. Jadi ketika mereka terlihat sedang dalam keadaan istirahat, setengah dari otak mereka sebenarnya tetap waspada untuk memungkinkan mereka tetap mendapatkan oksigen. Setengah terjaga juga dapat membantu lumba-lumba bereaksi cepat terhadap potensi ancaman atau predator dengan menjaga kesadaran akan lingkungannya.
Sementara itu, berkaitan dengan berapa lama lumba-lumba dapat menahan napas bervariasi tergantung pada spesiesnya. Beberapa lumba-lumba hanya dapat menahan napas selama beberapa menit (3 - 7 menit) saat berada di bawah air. Sementara spesies lain dapat menahan napas selama lebih dari 20 menit karena memiliki paru-paru, sistem organ, dan kontrol pernapasan yang lebih baik daripada spesies lain.
Demikian informasi tentang cara lumba-lumba bernapas dengan blowhole-nya. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Mutaya Saroh
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
5 Temuan Kasus Febrie Adriansyah: Beraksi 8 Tahun, Kumpulkan 'Harta' Luar Biasa
-
Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026
-
Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat
-
Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026
-
5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap
-
Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan
-
4 Rekomendasi Lip Oil untuk Melembapkan Bibir Kering Sekaligus Memberi Warna
-
Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming
-
Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung