Suara.com - Dibentuk oleh para mantan pro player, GPX menjadi saingan baru di pro scene esports saat ini. Cukup lama menjadi rahasia, baru-baru ini, Donkey mengungkap sosok CEO GPX yang ternyata bukanlah dirinya.
Sosok CEO GPX ini diungkap oleh Donkey dalam live streaming di NIMO TV miliknya beberapa waktu yang lalu. Sebagai informasi, GPX memang dikenal sebagai tim esports yang dibentuk oleh tiga mantan pro player yaitu Donkey, Oura dan Marsha.
Diakui oleh Donkey, dirinya memang pernah menjabat sebagai CEO GPX. Namun, jabatannya tersebut kini beralih ke sosok lain yang tentu saja adalah Oura.
"CEO GPX itu udah bukan gue. Tapi karena pemilihan dan kita semua sepakat yang tampil di depan itu adalah orang yang paling berpengaruh dan paling bijaksana, maka kita memilih Oura untuk jadi CEO," jelas Donkey.
Menurut Donkey, ditunjuknya Oura sebagai CEO GPX ini dilakukan melalui pemilihan oleh para petinggi tim esports tersebut. Lebih lanjut, Donkey menyebut jika nantinya Oura akan mengurus seluruh bagian esports di GPX.
Sedangkan dirinya sendiri akan mengurus sejumlah talent GPX termasuk proses rekrut player dan talent baru. Di sisi lain, Marsha akan mengurus hal-hal terkait konten tim esports tersebut.
"Kalau Oura bagian ngurusin esports, aku lebih ngurusin talent dan perekrutan talent. Kalau Marsha ngurusin bagian-bagian konten soalnya dia pinter tuh bagian bikin-bikin konten" lanjutnya.
Hanya bermula dari squad in game, siapa sangka jika kini GPX yang dibentuk Donkey, Oura dan Marsha ini kian berkembang hingga kemudian menjadi sebuah tim esports terkenal seperti sekarang ini.
Baca Juga: Unaa, TikTokers Cantik yang Jadi Calon Brand Ambassador Tim RRQ?
Berita Terkait
-
Usai Pecat Ratusan Pekerja via Daring, CEO Ini Cuma Mau Bayar Pesangon 2 Minggu!
-
Ini Kriteria Pelatih yang Dicari PSIS Semarang, Yoyok: Tidak Baperan, Tidak Mutungan
-
Nama Dragan Djukanovic Mencuat, Bos PSIS Semarang: Pelatih Incaran Kita
-
Bukalapak dan Microsoft Luncurkan Platform Belajar Bisnis Online
-
Viral CEO Lecehkan Kandidat, Begini Modus Rekrutmen sampai Berujung Pelecehan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia
-
Hazelight Umumkan Rekor Penjualan: Split Fiction Laku 7 Juta Kopi, It Takes Two 30 Juta
-
8 HP Midrange Murah Kamera Bagus dengan Fitur Tahan Air, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
GTA 6 Online Diprediksi Rilis Lebih Cepat, Ada Peningkatan Gameplay
-
Komdigi Sanksi Google Buntut YouTube Tak Patuh PP Tunas
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
63 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 April 2026: Raih M1014 Undersea dan Mobil Amfibi
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 April 2026: Klaim FC Points, Gems, dan Pack Liga Champions
-
HP Murah Infinix Hot 70 Muncul di Google Play Console, Usung Memori Lega
-
5 Rekomendasi Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan, Baterai Awet dan Cocok untuk Belajar