Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak masyarakat, terutama dari golongan ekonomi mampu untuk mulai membeli perangkat set top box untuk menyaksikan siaran tv digital dari sekarang tanpa harus menunggu dimulainya tahapan analog switch off (ASO).
"Penting sekali untuk mendorong masyarakat membeli set top box atau mengganti televisinya tidak perlu menunggu sampai dengan ASO, terutama bagi masyarakat yang mampu," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail di Jakarta, Rabu (26/1/2022).
Ismail menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Kerja Digitalisasi Penyiaran Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Menurut dia, hal itu penting disosialisasikan untuk menghindari membludaknya pembelian set top box di saat-saat terakhir tahapan ASO, yang dapat menimbulkan kelangkaan perangkat tersebut di pasaran.
"Kami khawatir juga nanti di pasaran yaitu jadi sedikit set top box-nya karena kita fokus untuk masyarakat tidak mampu. Untuk yang mampu itu kalau bisa beli set top box dimulai dari sekarang jadi ini salah satu sosialisasi yang sangat penting," ucap dia.
Ismail menjelaskan, masyarakat yang telah membeli set top box mulai dari sekarang tetap bisa menyaksikan siaran digital lantaran sejumlah lembaga penyiaran sudah melakukan siaran secara simulcast. Simulcast adalah proses bersiaran TV digital tanpa mengakhiri siaran TV analog.
Dalam data yang dipaparkan Kominfo, sebanyak 291 dari 697 lembaga penyiaran (41,75 persen) sudah bersiaran secara simulcast.
"Dengan hadirnya siaran simulcast ini masyarakat sudah bisa berpindah atau sudah bisa menikmati siaran digital di daerahnya. Bahkan banyak sekali daerah yang siaran digitalnya lebih banyak daripada siaran analog," kata Ismail.
Lebih lanjut Ismail mengatakan bahwa pihaknya tengah mendiskusikan dengan penyelenggara TV untuk menyiapkan "konten pembunuh", yakni konten menarik yang hanya disiarkan di TV digital.
Baca Juga: Kominfo: Sebanyak 3,2 Juta STB TV Digital Tersedia, Akan Dibagikan Gratis
"Ini untuk mendorong masyarakat untuk segera membeli TV digital atau menyiapkan set top box-nya. Kalau misalnya tayang bola gitu nontonnya cuma di digital, tidak ada lagi analog. Ini sangat penting untuk kita menyiapkan mendorong adanya killer content," ujar Ismail.
Kominfo secara bertahap akan menghentikan siaran tv analog atau analog swith off dan menggantikannya dengan tv digital. Proses ini ditargetkan selesai pada 2 November 2022. [Antara]
Berita Terkait
-
Apakah Smart TV Perlu STB? Ini 5 Rekomendasi TV Digital yang Murah tapi Berkualitas
-
Mending TV Digital atau Smart TV? Ini 5 Pilihan TV Murah dan Hemat Listrik
-
7 Rekomendasi TV Digital 32 Inch Watt Rendah Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga
-
Menkominfo: Sudah Tak Ada Siaran TV Analog di Indonesia, Total TV Digital 2024
-
Xiaomi Rilis Jajaran TV Digital Baru ke Indonesia, Harga Mulai Rp 3 Juta
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital
-
vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya