Itu dibandingkan dengan pertumbuhan 7 persen dalam pengiriman telepon secara keseluruhan pada 2021.
Runar Bjørhovde, Analis Riset di Canalys mengatakan, katalis utama untuk smartphone lipat adalah penggunaan perangkat layar besar yang berkembang pesat selama pandemi.
"Konsumen terus mencari pengalaman yang lebih baik pada perangkat seluler mereka sehari-hari," ujarnya dilansir laman Phone Arena, Selasa (15/2/2022).
Analis menambahkan, seiring dengan dunia yang dibuka kembali, membawa peluang baru bagi vendor smartphone untuk menyediakan produk, seperti smartphone lipat yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Sementara analis Canalys lainnya, Toby Zhu, mencatat bahwa faktor bentuk yang dapat dilipat membantu pasar smartphone secara keseluruhan karena daya tariknya bagi pengguna kelas atas dan pengguna awal.
Zhu mengatakan bahwa produsen Android di sektor pasar premium telah berjuang dengan pengiriman di pasar premium (ponsel seharga 800 dolar AS atau lebih) dengan pengiriman di segmen ini turun 18 persen sejak 2019.
Analis mengatakan bahwa selama periode waktu yang sama, model iOS premium seharga 800 dolar AS atau lebih telah meningkat 68 persen.
"Google dan vendor perangkat Android utama harus melipatgandakan investasi mereka dalam perangkat keras yang berbeda dan pengalaman pengguna yang canggih agar tetap menarik bagi pelanggan kelas atas," catat Zhu.
Namun, analis riset Canalys lainnya, Amber Liu, menunjukkan bahwa berkat Samsung, rantai pasokan untuk perangkat lipat telah berkembang selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Ponsel Lipat Oppo Find N Dilelang di Indonesia, Laku Rp 100 Juta
"Sementara ada peningkatan jumlah pemasok untuk layar lipat, engsel, dan komponen utama lainnya, vendor perangkat juga menyoroti solusi rekayasa inovatif dan desain produk untuk pengalaman pengguna yang lebih baik sambil terus menekan harga," kata Liu.
Menurutnya, ekosistem aplikasi foldable masih belum optimal dan diperlukan lebih banyak investasi untuk mengembangkan UI yang mumpuni dan meningkatkan ekosistem foldable.
Liu mengatakan bahwa banyak produsen smartphone bersiap-siap untuk terjun ke pasar ponsel lipat karena perangkat tersebut menjadi bagian penting dari strategi perusahaan ini untuk bersaing di pasar kelas atas.
Seiring berjalannya waktu, berat, ketebalan, dan harga ponsel yang dapat dilipat akan turun yang akan membantu ponsel ini mengikuti pertumbuhan publik yang mendorong sektor ini.
"Akibatnya, pemain terkemuka akan mulai melenturkan otot mereka di ekosistem untuk melompati pesaing mereka dengan pengalaman yang canggih dan berbeda," kata Liu.
Canalys melihat harga jual rata-rata perangkat lipat turun dari 2.000 dolar AS atau sekitar Rp 28,56 juta pada 2019, menjadi 1.000 dolar AS atau senilai Rp 14,28 juta pada 2024.
Berita Terkait
-
Samsung Diprediksi Dapat Kuasai Pasar HP Lipat, Seri Ini yang Terlaris
-
Niat TCL Bikin Saingan Galaxy Z Flip 3 Gagal, Ini Alasannya
-
Sultan! Samsung Galaxy Z Fold 3 dan Flip 3 Thom Browne Edition Seharga Rp 52 Juta Ludes
-
Pre-Order Selesai, Samsung Galaxy Z Fold 3 dan Z Flip 3 Sudah Bisa Dibeli di Indonesia
-
Samsung Apresiasi Greysia Polii dan Apriyani Rahayu dengan Galaxy Z Fold 3 5G
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya